Skip to content

WFH, WFO, atau WFA, Pilih Mana?

cr: pexels.com/@minan1398

Teringat dalam salah satu sesi YouTube Live pada tahun 2019 lalu, “ibu bos” mengajak office tour di area yang menempati sebuah gedung yang berlokasi di kota Seoul, Korea Selatan. Karena sebagian besar “karyawan” bekerja dari rumah (di negara masing-masing), maka secara rutin selalu ada sesi online yang bisa diikuti sesuai dengan jadwal yang dibuat. Di setiap sesi yang diadakan, selain membahas beberapa kabar terbaru terkait pekerjaan kadang juga membahas soal cuaca hingga kesibukan di kantor pusatnya.

Saat office tour waktu itu cuaca sangat cerah. Yang diperlihatkan oleh ibu bos waktu itu adalah suasana di dalam kantor hingga langit di luar kantor. Suasana di dalam ruangannya minimalis, rapi, sekaligus elegan. Saat membuka pintu di lantai atas, bisa langsung melihat langit dan mendapatkan sinar matahari hangat. Langsung kebayang, “Seru ya kayaknya bisa punya perusahaan sendiri.”

Waktu itu saya tidak tahu sistem kerja di kantor pusatnya bagaimana. Apakah ada jam kantor rutin yang mengharuskan kehadiran ke kantor setiap hari kerja? Atau bisa lebih fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan? Yang pasti saya bersyukur pernah jadi bagian dari mereka, terlebih karena bisa langsung merasakan betapa bahagianya melakukan pekerjaan yang sangat disukai.

Menjalankan sebuah perusahaan jelas bukan hal mudah. Saya sendiri waktu itu merasa kagum sama sosok ibu bos tersebut. I wanna be like her. I wanna live her life. Bisa membuat sistem kerja yang super nyaman meski semuanya dilakukan serba jarak jauh. Komunikasi antar staf dan pekerja lainnya juga super efektif. Bahkan untuk pencairan invoice selalu tepat waktu (ini yang paling penting dari semuanya, hehe). Namun, pastinya butuh banyak pengorbanan dan perjuangan yang tidak sebentar untuk bisa membangun sistem seperti itu. Dalam beberapa sesi online, ibu bos kadang curhat soal betapa sibuknya rutinitasnya sampai kurang tidur, tapi terlihat jelas dia sangat berdedikasi dalam menjalankan pekerjaannya itu.

Sudah hampir dua tahun menjalani rutinitas WFH karena pandemi. Kadang rindu juga ingin WFO tapi rasanya sudah telanjur terbiasa dengan kebiasaan WFH, jadi entah apakah benar-benar ingin kembali WFO lagi.

Lebih suka WFH, WFO, atau WFA?

WFA?

Work from anywhere. Hiyaaa…

Sampai sekarang masih terus berupaya menciptakan situasi yang nyaman untuk bekerja. Awal nyemplung ke dunia kerja dulu di sebuah kantor, di dalam ruangan dengan deretan kubikel. Sebenarnya nyaman saja bekerja di dalam kubikel asal nggak berjejer dempet-dempetan, hehe. Sepertinya bagi saya, yang penting ada meja dan kursi nyaman sudah bisa mulai bekerja. Oh, tapi perlu ada camilan. Oh, tapi situasinya nggak terlalu berisik. Oh, jangan sambil diajak ngobrol. Oh, tapi juga perlu suara-suara atau musik (tapi musik yang disukai bukan yang disukai orang lain, tapi jangan terlalu kenceng juga suaranya). Oh, jangan di ruangan yang terlalu gerah juga. Oh, tapi bukan di ruangan yang terlalu dingin. Halah, banyak maunya.

Bekerja dari kantor, enaknya bisa ada teman ngobrol saat jam makan siang.

Iya, enaknya itu.

Udah itu aja? Lha?

Hehe, yang pasti sih bekerja dari kantor bisa ada teman untuk sambat bersama ketika koneksi internet lemot atau kalau tiba-tiba ada pemadaman listrik. Kalau bekerja dari rumah, koneksi lemot, sambat sendiri. Ada pemadaman listrik, sambatnya juga ke diri sendiri.

Enaknya bekerja dari rumah adalah bisa menghemat waktu perjalanan. Tanpa harus berangkat-pulang rumah-kantor, ada waktu yang bisa lebih dihemat. Sehingga waktunya bisa digunakan untuk hal lain, rebahan misalnya.

Karena saya masih sangat bergantung pada transportasi umum, jadi kalau kejebak macet seringkali cuma bisa pasrah. Jadi, dengan bekerja dari rumah jadi bisa lebih nyaman terhindar dari macet dan nggak harus kepanasan atau kehujanan saat di jalan.

Bekerja dari rumah, lebih bebas dalam memilih dan memakai baju harian. Selama WFH, baju rumahan jadi baju kerja. Selama bajunya bersih, sudah bisa digunakan untuk dipakai saat bekerja. Ini juga bisa bantu menghemat cucian harian, hehe.

Bekerja dari mana saja (work from anywhere) sangat mungkin dilakukan dengan keseharian pekerjaan yang ada saat ini. Saya sendiri selama ini belum pernah secara khusus pergi ke kafe untuk bekerja. Karena selain nggak terbiasa, juga karena takut nanti bingung ketika kebelet pipis tapi nggak ada yang bantu jaga laptop, hehe. Selama ini tempat kerja paling nyaman ya di rumah sendiri kayaknya. Meski kadang bosan dan jenuh, tapi ya sudah itu memang konsekuensinya. Kalau sudah mulai burnout, paling “larinya” ke dapur atau rebahan sambil makan dan maraton nonton drama serial sendirian.

Kalau bekerja saat liburan? Hm, ini sebenarnya pernah juga. Saat itu sudah ambil cuti untuk liburan (bahkan sudah booking hari cuti dari jauh-jauh hari). Eh, nggak tahunya mendekati waktu liburan, ada deadline pekerjaan baru. Mau nggak diambil, tapi sayang. Tapi kalau diambil, bakal kudu lebih ngebut biar bisa beres tepat waktu. Akhirnya, saat itu di sela-sela liburan masih menyempat mencicil pekerjaan biar ketika pulang dari liburan bisa langsung membereskannya tepat waktu. Ke depannya sih inginnya saat liburan bisa benar-benar fokus liburan saja, nggak malah makin stres dengan multitasking liburan-kerja dalam waktu bersamaan.

Masih punya keinginan untuk punya “kantor” sendiri. Bisa bekerja dengan lebih independen. Bisa mengatur waktu sesuai kebutuhan. Punya kebebasan tapi juga tetap bisa menjaga kedisiplinan kerja sendiri. Mengerjakan proyek-proyek yang menyenangkan sekaligus bisa membantu banyak orang. Bisa menikmati pekerjaan sekaligus mendapatkan kesejahteraan yang sepadan. Punya rekan, klien, dan teman-teman yang kooperatif. Tetap bisa punya waktu untuk liburan, dengan tetap menjaga produktivitas kerja di jadwal yang sudah dibuat sendiri. Semacam itu. Ya, masih dalam angan tapi ingin juga bisa mewujudkan.

Kayaknya enak bisa bekerja dari mana saja. Bisa dari kantor. Bisa dari rumah. Tapi, kalau bisa jangan dari tempat liburan, hehe.

Published inJOURNAL

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *