Skip to content

Tag: how is life

Seimbang

cr: pexels.com/@teona-swift

Hidup ini berpikir, bekerja, dan bermain. Thinking, working, playing. Tiga-tiganya harus ada, agar manusia menjadi lengkap. Kalau tidak berpikir, maka dia bukan manusia. Kalau tidak kerja, untuk apa jadi manusia? Kalau tidak playing, serius amat jadi manusia.

– Menjadi Manusia Menjadi Hamba (hlm. 190)

Beberapa waktu lalu saya merasa makin gampang capek. Sekalipun sudah mencoba untuk memperbanyak jam tidur dan minum kopi, kadang masih saja rasanya masih ngantuk luar biasa. Belum lagi tiap mau bangun pagi, rasanya tubuh ini berat sekali. Sampai kemudian saya mencoba untuk melakukan sesuatu.

Titik Tertentu

cr: pexels.com/@diana-onfilm

“Saat mencapai titik tertentu dalam hidup, kau ingin kembali ke awal.”

A Thousand Goodnights

Bisa dibilang hidup ini merupakan sekumpulan titik. Dari masa ke masa, kita berpindah dari satu titik ke titik yang lain. Sesuatu bisa tampak berbeda karena kita sudah berada di titik yang tak sama. Perubahan bisa terjadi karena kita tak menetap di satu titik itu lagi. Perasaan-perasaan yang hadir pun bisa direfleksikan dengan cara berbeda, tergantung dari titik mana kita berada.

Buku Harian

cr: pexels.com/@ava-sol-77351255

Solusi terbaik untuk menyimpan koleksi buku adalah punya rumah yang lebih besar. Sungguh. Hehehe. Ketika beberapa waktu lalu memindahkan buku-buku dari rumah orangtua ke rumah sini, agak pusing juga menatanya kembali. Beberapa buku pun saya lepaskan demi kenyamanan. Di antara ratusan buku-buku, saya kembali menemukan jurnal dan buku harian yang pernah jadi kesayangan.

Stalking & Ghosting

cr: pexels.com/@jill-burrow

Teringat sosok Joe Goldberg di serial You. Membayangkan di sekitar kita ada seorang pria seperti Joe yang diam-diam ngintilin, ngintip dari luar jendela rumah, hingga melacak semua info kita di media sosial rasanya bikin bergidik. Ada penguntit macam Joe di dekat kita memang bikin ngeri. Namun, sebenarnya kita pun punya kecenderungan juga seperti Joe. Kecenderungan stalking. Kita pun seorang penguntit meski mungkin kadar dan levelnya berbeda-beda.

Sangka Baik

cr: pexels.com/@ann-nekr-3111643

Bersangka baik (husnu al-zhan) kepada Allah lahir dari keyakinan bahwa Allah Mahabaik, Maha Pengasih dan Maha Penyayang lagi senang mengampuni bahkan secara tegas Dia sendiri menyatakan dalam hadis qudsi, “Aku menyesuaikan diri dengan sangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersama dia ketika ia berdoa/memohon kepada-Ku.” (HR. Bukhari).

Kosakata Keagamaan hlm. 382)

Titipan

cr: pexels.com/@ann-nekr-3111643

Tak ada yang benar-benar kita miliki di dunia ini. Bahkan detak jantung ini pun bukan punya kita. Semua yang kita kenakan dan genggam tak pernah menjadi milik kita sepenuhnya. Segalanya tak lain hanya titipan. Tak ada yang kita punya di dunia ini. Semua hanya titipan dan karena ini titipan, segalanya pasti akan dikembalikan.

Tentang Pekerjaan

cr: pexels.com/@ann-nekr-3111643

Pertengahan bulan ini cukup sedih karena seorang atasan resign. Atasan yang bukan cuma atasan biasa, melainkan atasan yang begitu berkesan. Sosok perempuan yang luar biasa. Tegas tapi mengayomi. Sangat bertanggung jawab sekaligus sangat hangat pada semua anggota timnya. Ketika ada perpisahan virtual melalui Google Meet, lalu masing-masing menyampaikan pesan kesannya, dari semua yang diucapkan rekan-rekan kerja yang lain waktu itu, jelas sekali terasa ia adalah sosok yang istimewa. Seseorang yang bekerja dengan ketulusan hati memang punya sinarnya sendiri.