Skip to content

Seimbang

cr: pexels.com/@teona-swift

Hidup ini berpikir, bekerja, dan bermain. Thinking, working, playing. Tiga-tiganya harus ada, agar manusia menjadi lengkap. Kalau tidak berpikir, maka dia bukan manusia. Kalau tidak kerja, untuk apa jadi manusia? Kalau tidak playing, serius amat jadi manusia.

– Menjadi Manusia Menjadi Hamba (hlm. 190)

Beberapa waktu lalu saya merasa makin gampang capek. Sekalipun sudah mencoba untuk memperbanyak jam tidur dan minum kopi, kadang masih saja rasanya masih ngantuk luar biasa. Belum lagi tiap mau bangun pagi, rasanya tubuh ini berat sekali. Sampai kemudian saya mencoba untuk melakukan sesuatu.

Olahraga.

Saya mencoba untuk kembali memaksakan diri untuk olahraga. Satu setengah tahun ini bekerja dari rumah, makin jarang bergerak. Sehari-hari pun cuma duduk saat bekerja. Jadi, sepertinya yang membuat saya makin capek justru karena kurang bergerak.

Sebenarnya ingin sekali bisa berolahraga lari pagi atau bersepeda. Tapi olahraga lari pagi sendirian di jalan, rasanya kurang aman. Nggak ada lapangan dekat rumah sini juga. Mau bersepeda, nggak punya sepeda, hehe. Jadi, pilihan paling praktis ya berolahraga di dalam rumah saja, mengikuti video YouTube.

Tentu saja ada banyak kanal YouTube yang menyajikan home workout. Sempat mengikuti video yang menargetkan hal tertentu, seperti melangsingkan perut atau menurunkan berat badan. Namun, kalau sudah mencobanya beberapa kali tapi hasilnya nggak sesuai harapan, jadinya mager lagi. Akhirnya, saya pun memilih jenis home workout yang nggak ngoyo. Yang bisa diikuti dengan cukup mudah, gerakannya tidak rumit, tapi bisa bikin keringetan.

Saya mencoba untuk menyisihkan setidaknya 30 menit untuk menggerakkan badan. Menggerakkan badan ya, bukan olahraga yang cuma menambah tekanan hidup, hehe. Wis pokoknya meski lagi ngantuk, kudu ada 30 menit yang dikhususkan untuk olahraga.

Meski kadang masih on – off, apalagi kalau pas habis olahraga, badan kerasa njarem, ambil jeda istirahat dulu, baru besoknya dilanjutin lagi. Setelah sekitar dua mingguan agak sedikit rutin olahraga, efeknya cukup bagus juga. Nggak lagi insomnia, dan tiap bisa keringetan rasanya lega, seakan dosa-dosa di badan ikut luruh juga, haha.

Menjalani gaya hidup yang seimbang masih bukan hal yang mudah. Antara bekerja, beristirahat, dan melakukan ragam aktivitas lain, kadang masih tumpang tindih. Kadang masih berat sebelah. Kalau berat sebelahnya kebanyakan, bakal bikin banyak hal ikutan kacau. Seperti ketika lama nggak olahraga, jadinya tubuh malah gampang capek karena kebanyakan cuma dipakai kerja (dan rebahan).

Body heals with play, the mind heals with laughter, and the spirit heals with joy.

– Menjadi Manusia Menjadi Hamba (213)

Sepertinya hidup yang paling nyaman itu hidup yang paling seimbang. Segala sesuatunya dilakukan sesuai porsinya. Secukupnya.

Begitu pula ketika meminta sesuatu yang besar, maka perlu juga diseimbangkan dengan upaya yang tak kalah besar. Ibarat kalau mau minta air lima gelas, setidaknya siapkan diri dengan membawa lima gelas untuk menampungnya. Seringkali kita terlalu menuntut sesuatu tapi lupa untuk menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya agar bisa mengimbangi tuntutan itu. Sebab belum ada jaminan nggak akan ada masalah baru yang muncul saat kita berhasil memperoleh sesuatu. Setiap langkah yang kita ambil akan disertai dengan permasalahan baru, tapi juga akan dibekali dengan kekuatan baru.

Saat ada hal yang belum juga diwujudkan, bisa jadi karena kita belum punya kemampuan untuk mengimbangi hal tersebut. Malah bisa jadi apa yang ada dan sedang dijalani saat ini merupakan titik paling seimbang yang bisa kita punya. Jadi, alih-alih protes terus dengan realitas yang ada, mending dijalani saja semua yang sudah tersedia.

Manusia ini kadang banyak maunya tapi tidak mengimbanginya dengan banyak upayanya. Tapi kalau terlalu kelewat kaku melakukan sesuatu, malah melewatkan hal-hal lain yang tak kalah penting juga. Jadi manusia itu sepertinya melelahkan, ya. Hehe.

Selama WFH ini, rasanya waktu jadi terasa begitu cepat berlalu. Bahkan rasanya sehari 24 jam ini masih kurang. Entah kenapa rutinitas yang dijalani selama di rumah terasa tak ada habisnya. Terus berulang, dan begitu berulang selalu saja rasanya kurang. Menjalani rutinitas yang sama memang bikin bosan, tapi mungkin inilah kondisi paling seimbang yang saya butuhkan.

Cuma ya itu tadi ketika waktu dihabiskan cuma buat kerja aja, badan pun jadi “protes”. Butuh olahraga juga. Bahkan meski ketika sedang tidak sadar sedang stres, tapi reaksi tubuh tidak pernah berbohong. Ketika muncul jerawat meski sudah rutin membersihkan wajah tiap hari, bisa jadi memang tubuh sedang stres. Jadi, butuh selingan untuk mengimbangi rutinitas yang (sok) sibuk ini.

Mendapatkan hidup yang seimbang dan hati yang tenteram tampaknya selalu butuh upaya yang terus berkelanjutan dan berkesinambungan, hehe. Serta komitmen yang kuat juga. Karena kadang kalau sudah sekali saja “keluar dari orbit” ada saja keseimbangan yang langsung oleng.

Published inCLARITY

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *