Skip to content

Sampai Sejauh Ini

cr: pexels.com/@ann-martynova-1804168

Ya, akhir tahun sudah di depan mata. Apa kabar hari-hari yang sudah dilalui? Sejak WFH tahun lalu, rasanya waktu bergulir begitu cepat. Apakah karena menikmati semua waktu yang ada atau karena rutinitas yang cenderung monoton? Apa pun itu, bisa bertahan hingga detik ini sudah sepatutnya disyukuri.

Jujur saja tidak semua hari dilalui dengan perasaan positif. Ada kalanya prasangka buruk dan perasaan negatif mewarnai hari-hari, tapi kali ini bukan itu yang mau diungkap. Saat ini, mau mencoba untuk mengurai hal-hal yang sudah semestinya disyukuri sejak lama.

Selalu ada uang. Selalu ada makanan. Selalu ada tempat untuk berlindung. 

Yang Maha Pemberi Rezeki tidak pernah membuatku kekurangan apa pun, tak pernah membuatku kelaparan, dan tidak pernah membuatku terlantar. Hingga saat ini tak pernah kekurangan uang. Serba cukup. Bahkan untuk makanan, selalu ada makanan untuk disantap bahkan masih bisa makan hasil masakan ibu kapan pun. Ada rumah yang bisa dihuni tanpa kepanasan atau kehujanan. Bisa tidur nyaman setiap hari. Itu semua kemewahan yang luar biasa.

Ada pekerjaan. Punya teman-teman. Ada rutinitas.

Untuk pekerjaan memang tak sesibuk tahun-tahun sebelumnya, tapi justru ini yang paling cukup. Bekerja dengan takaran yang pas. Masih ada rutinitas yang dijalani setiap hari. Ada teman-teman yang masih nyambung untuk berkomunikasi. Walau pertemuan dan obrolan tak seintens sebelumnya, tapi ini sudah jadi sumber kebahagiaan tersendiri. Terima kasih, Ya Rabb.

Masih bisa memegang kendali atas waktu yang dimiliki.

Belum terbiasa dengan perasaan bosan dan kesepian, tapi bukan berarti menolak semua itu mentah-mentah. Perlahan dan masih berproses untuk menjalani hari tanpa menyimpan perasaan kesal atau marah terlalu lama. Masih bisa mengatur rutinitas dengan jadwal yang fleksibel, ini juga sebentuk rezeki sendiri.

Senantiasa bisa bangun pagi dan masih bernapas.

Dari awal tahun hingga saat ini, tidak pernah sakit flu. Demam sekali, itu pun karena efek vaksin. Tidak pernah kehujanan seperti sebelumnya karena rutinitas kerja pun cukup di rumah sehingga tak lagi pernah mengalami masuk angin. Sesekali memang masih sakit (seperti asam lambung naik, diare, atau kram perut), tapi masih diberi napas hingga saat ini dan masih bisa bangun pagi hingga sejauh ini, semua itu perlu disyukuri dengan sepenuh hati.

Berada di sini. Saat ini.

Masih bisa menulis di sini. Saat ini. Itu juga hal yang sudah sepatutnya senantiasa disyukuri. Bisa sampai sejauh ini juga sebuah kemewahan luar biasa. Tentu ada hal-hal tak nyaman yang dirasakan dan dilalui, tetapi masih bisa ada di sini, itu juga sebuah anugerah. Apa pun yang sudah dilalui dan dilewati, tetap jadikan bagian dari hidup. Apa pun yang sedang menanti di depan, jadikan juga bagian dari hidup. Pun, dengan yang saat ini, pastinya juga bagian dari hidup.

Published inJOURNAL

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *