Skip to content

Menulis untuk Media Online

cr: pexels.com/@mikhail-nilov

Masih ingat pada zaman sekolah dulu, tiap kali ingin mendapat berita terbaru atau membaca cerita pendek yang baru, kudu nunggu tabloid atau majalah baru untuk terbit. Waktu SD, suka membeli Bobo dan Mentari. Waktu SMP, cukup sering beli tabloid Fantasi sama majalah Kawanku. Saat itu untuk majalah dan tabloid adalah media terbaik untuk mendapatkan hiburan atau informasi terbaru. Lalu zaman terus berubah, dinamika perkembangan media juga terus mengalami kemajuan, dan saat ini berbagai informasi bisa dengan mudah didapatkan di internet.

Waktu duduk di bangku sekolah, pernah punya impian menjadi penulis buku. Tapi boro-boro nulis buku, bikin cerpen saja nggak pernah bener, hehe. Lalu, terpikir ingin menjadi editor buku. Sempat kesampaian bekerja sebagai editor buku, tapi kemudian beralih ke dunia media online. Tak pernah terbayangkan punya rutinitas bekerja di dunia media online. Menulis untuk media online selama tujuh tahun belakangan ini jelas memberi banyak pengalaman baru, termasuk berbagai tantangan baru yang harus dihadapi.

Jadi, ini sebenarnya mau ngobrolin apa? Hehe. Jadi, ini mau coba membahas beberapa tantangan menulis untuk media online berdasarkan pengalaman kerja sendiri. Apa saja sih tantangan yang dihadapi sehari-hari dalam menulis untuk media online?

1. Membuat Judul yang Clickbait tanpa Menyesatkan Pembaca Itu Tak Selalu Mudah

Serta tidak membuat pembaca jengkel atau mara-mara. Sering kan kita mendapati artikel atau tulisan dengan judul “wah” tapi ternyata isinya “parah”? Ya, begitulah. Demi bisa mendapatkan perhatian pembaca, perlu memancingnya dengan judul yang paling memikat. Membuat judul yang memikat dan membuat pembaca mau membaca tulisan kita di internet cukup tricky. Bahkan kadang dibanding membuat isi tulisan, membuat dan merevisi judul tulisan bisa butuh waktu yang lebih lama.

2. Menulis Cepat adalah Keahlian yang Harus dan Wajib Dimiliki

Apalagi kalau harus menulis sesuatu yang berkaitan dengan isu atau berita terbaru, maka perlu menulis dengan amat sangat cepat. Menulis yang dimaksud di sini maksudnya ya mengetik cepat, mengedit cepat, dan mempublikasikannya dengan cepat. Berpikir cepat juga termasuk. Serta, stres dengan cepat juga, hehe. Karena kalau suatu tulisan yang berhubungan dengan isu atau berita tertentu tidak segera dipublikasikan, nantinya akan basi dan tidak akan ada yang membacanya. Tahu sendiri kan arus informasi di internet itu sangat cepat? Sesuatu yang mengundang banyak perhatian bisa langsung tergantikan dengan hal baru dalam sekejap.

3. Menghasilkan Tulisan yang Viral Kadang Butuh Semacam Keberuntungan

Kali ini cakupannya tentang tulisan bertema gaya hidup, ya. Membuat tulisan yang viral dan bisa dibaca banyak orang kadang butuh semacam keberuntungan. Terlepas mengikuti kaidah SEO tertentu, kadang untuk membuat tulisan yang bisa mengundang banyak pembaca butuh semacam insting sendiri. Biasanya konten tulisan yang relatable dengan audiens atau masalah yang dihadapi banyak orang akan banyak pembacanya. Kadang tulisan yang dibuat saat bersantai atau idenya berasal dari curhatan, bisa viral begitu saja. Sementara tulisan yang dibuat dengan perencanaan yang cermat, hasilnya biasa saja. Namun, bukan berarti formula kejadiannya selalu begini, cuma kadang terjadinya seperti ini.

4. Otak Kanan dan Otak Kiri Senantiasa Bekerja Bersama

Katanya saat menulis, kita cukup fokus menulis saja. Jangan sambil mengedit. Mengeditnya nanti kalau sudah selesai menulis. Namun, kenyataannya saat menulis untuk media online, seringkali menulis dan mengedit dilakukan bersamaan. Karena kecepatan dan ketepatan merupakan tuntutan yang perlu sama-sama dipenuhi, maka menulis sembari mengedit adalah keahlian penting yang perlu dimiliki. Sambil menulis, sambil memeriksa setiap kata. Jangan sampai ada saltik, jangan sampai ada kata yang penggunaannya kurang tepat. Belum lagi ketika harus menyertakan foto, kata kunci tertentu, penataan tertentu, dan hal-hal teknis lainnya. Otak kanan dan otak kiri dipakai kerja bareng pada waktu bersamaan. Biar setelah selesai menulis, bisa langsung dipublikasikan.

5. Harus Senantiasa Siap Menghadapi Berbagai Penyesuaian dan Perubahan Baru

Sebenarnya di tiap bidang pekerjaan, penyesuaian dan perubahan akan terus terjadi. Dinamika akan selalu ada. Begitu pula ketika menekuni dunia menulis untuk media online. Penyesuaian dan perubahan baru akan selalu ada. Keluwesan juga sangat perlu dimiliki. Keluwesan dalam belajar hal-hal baru setiap waktunya. Keluwesan untuk bisa merespons berbagai perkembangan berita dan isu di dunia maya. Karena kalau nggak begitu, bakal kesulitan untuk cari ide atau inspirasi baru untuk membuat tulisan yang bagus.

Rasa capek dan jenuh jelas ada. Bahkan rasa suntuk atau kehabisan ide pun ada. Kalau sudah begitu, ya yang penting adalah mengambil waktu untuk beristirahat. Istirahat cukup, bekerja juga cukup.

Menulis untuk media online memang punya tantangan sendiri. Ya, menulis di mana pun dan di media mana pun pastinya ada warna-warninya sendiri.

Published inJOURNAL

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *