Skip to content

Fokus

cr: pexels.com/@arts

Kadang saat sedang kecapekan atau (sok) kebanyakan pikiran, kemampuan untuk fokus mengerjakan sesuatu bisa menurun. Makin tidak teliti dan rasanya jadi gampang capek luar biasa. Mungkin penyebabnya bisa karena burn out juga. Seperti yang baru saya alami ini, dapat email untuk segera mengecek file yang ternyata belum saya revisi dengan benar sesuai instruksi.

Kemarin ada sedikit pekerjaan untuk merevisi terjemahan sebuah kata karena dari bahasa sumbernya sendiri ada typo. Cuma satu kata, tapi ternyata saya salah memperhatikan kata mana yang perlu direvisi. Hingga akhirnya saya perlu merevisi ulang, itu pun karena sampai dikirim email dua kali sebab email pertama dikirim tengah malam di sini (sementara di sana masih jam kerja) dan saya melewatkannya. Barulah ketika dapat email kedua, baru ngeh kalau ada yang perlu segera direvisi.

Karuan saja langsung membuka laptop lagi. Revisi lagi. Kirim file lagi. Semoga kali ini sudah benar.

Andai saya lebih teliti lagi waktu baca arahannya, kesalahan seperti ini takkan terjadi. Selama ini saya merasa selalu teliti kalau sudah menyangkut urusan pekerjaan yang melibatkan teks. Namun, kalau pikiran sedang tidak fokus, jadinya malah melakukan kesalahan yang tak semestinya terjadi.

Menjaga mood dan kenyamanan dalam bekerja menjadi hal yang sangat penting bagi saya. Kalau sudah melibatkan penulisan, penyuntingan, atau penerjemahan, kemampuan untuk fokus memang perlu benar-benar dijaga. Bahkan emosi dan perasaan yang hadir bisa turut memengaruhi kinerja.

Sempat juga kurang teliti dalam memberi arahan. Cuma kurang satu poin arahan, tapi ternyata bisa memicu rasa tidak nyaman. Entah kenapa saya bisa melewatkan poin yang ternyata penting itu, padahal sebenarnya tinggal menyalin arahan yang sudah ada. Tampaknya memang sedang tidak fokus karena pikiran sedang bercabang dengan hal lain.

Saat sedang tidak fokus atau merasa ada benang kusut di kepala, memang idealnya adalah mengambil jeda untuk istirahat sedikit lebih lama. Menjauhkan diri sejenak dari hiruk pikuk dunia maya, tapi kalau pekerjaan selalu berkaitan dengan dunia maya dan internet, hm… rasanya jadi agak tricky juga, hehe. Mau menonaktifkan ponsel selama seharian penuh pun rasanya mustahil dilakukan (terlebih takut kalau-kalau ada job offer yang terlewat di email, hiks). Belum lagi dengan adanya perbedaan zona waktu. Di sana kirim email di jam kerja, tapi di sini di jam yang sama adalah jam untuk tidur malam.

Menjaga fokus dan produktivitas kerja memang masih menjadi bagian proses belajar dari waktu ke waktu. Agak bahaya kalau sudah dilanda burn out sementara masih ada deadline yang harus dipenuhi, jadinya kudu merelakan waktu istirahat untuk bekerja lebih keras lagi. Mengatur waktu jadi lebih seimbang lagi. Jangan sampai terlalu stres tapi juga jangan sampai ada pekerjaan yang terlambat diselesaikan.

Published inJOURNAL

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *