Skip to content

Category: WRITING

Aku dan 17 Buku Paling Berkesan yang Menemani Rutinitas Bekerja dari Rumah

Aku, Buku, dan Perjalanan Beradaptasiku

Masih teringat jelas imbauan pada pertengahan Maret 2020 untuk bekerja dari rumah karena pandemi virus corona. Kantor tempatku bekerja pun tak butuh waktu lama untuk langsung menjalankan kebijakan work from home (WFH) untuk para karyawannya. Pada waktu itu imbauannya adalah dua minggu bekerja dari rumah. Setelah itu diperpanjang lagi hingga sebulan, lalu bablas sampai libur Lebaran, sampai kemudian lebih dari setahun kemudian, sebagian besar karyawan masih bekerja dari rumah, termasuk aku. Oh, siapa sangka pandemi tak kunjung usai hingga saat ini.

Sadar Ejaan

cr: pexels.com/@suzyhazelwood

Ada pengalaman yang bikin ketawa sendiri beberapa waktu lalu. Waktu itu, saya mencoba aplikasi Tinder karena saat itu lagi cari ide untuk bikin konten tulisan. Bikin satu akun baru, lalu tak lama kemudian match dengan seseorang. Kemudian, berlanjutlah pada sebuah obrolan.

Setiap Tulisan akan Menemukan Pembacanya

cr: pexels.com/@cottonbro

Selama sepekan lalu, saya mengikuti beberapa webinar dari Ruang Tengah. Mengikuti bincang-bincang penulis dan mengikuti berbagai pembahasan tentang dunia buku. Di tengah kondisi pandemi dan belum bisa kemana-mana (bahkan bekerja pun tetap di rumah saja), bisa mengikuti acara dengan tema yang tak jauh-jauh dari kepenulisan dan dunia buku jadi hal yang menyenangkan. Senang rasanya bisa melihat sudut pandang berbeda dari penulis-penulis yang menjadi narasumber. Satu hal yang semakin saya pahami bahwa setiap tulisan akan menemukan pembacanya.

Bekerja dengan Kata-Kata

cr: pexels.com/@bongkarn-thanyakij-683719

Lelah menulis tapi bahagia menulis. Capek menerjemahkan tapi senang saat bisa tenggelam dalam kata-kata. Kadang sakit kepala saat harus mengedit tapi selalu lega jika hasilnya bisa tampak lebih rapi. Bekerja dengan kata-kata, menyelami kata-kata, meleburkan kehidupan dan kata-kata jadi satu, bila dipikir-pikir hidup saya memang tak bisa lepas dari kata-kata. Pekerjaan dan hobi selalu berkaitan dengan kata-kata. Kata-kata ada di mana-mana. Di mana-mana ada kata-kata.

Mengondisikan Diri untuk Menulis saat Sedang Lelah

cr: pexels.com/@bongkarn-thanyakij-683719

Bagi saya pribadi, musuh terbesar saat menulis adalah rasa lelah. Ketika menulis menjadi sebuah pekerjaan maka ada tanggung jawab yang harus dipenuhi. Saat ada tenggat dari klien misalnya, maka harus benar-benar profesional untuk memenuhinya. Ketika ada target untuk membuat beberapa tulisan untuk sebuah media, maka harus mengondisikan diri untuk bisa menyelesaikan tepat waktu. Namanya bekerja, pasti kadang muncul rasa lelah. Apalagi bila tidak diimbangi dengan rutinitas atau kebiasaan hidup yang seimbang, maka kadang tubuh rasanya sudah rontok duluan saat sudah kelelahan.

Mencari Ide Tulisan untuk Artikel Romansa

cr: pexels.com/@bongkarn-thanyakij-683719

Artikel bertema romansa, hubungan asmara, cinta, dan semua yang berkaitan dengan perasaan akan selalu banyak dicari di internet. Ya, setiap manusia pasti pernah merasakan cinta. Entah itu cinta yang menghadirkan perasaan bahagia maupun cinta yang malah mengundang luka. Serba-serbi cinta selalu menjadi tema yang seru untuk ditulis. Lalu, bagaimana cara mencari ide tulisannya?