Skip to content

Month: April 2020

Bread of Happiness

cr: unsplash.com/@gigantfotos

Dua hari lalu saya menonton film Jepang berjudul Bread of Happiness. Film tentang sepasang suami istri yang pindah dari Tokyo ke Hokkaido dan mendirikan kafe yang diberi nama Mani. Tak hanya membuka kafe, pasangan tersebut juga menyediakan penginapan. Sang suami (Sang) bertugas membuat roti dan sang istri (Rie) bertugas membuat kopi serta memasak yang lainnya di dapur. Mereka punya pelanggan tetap. Ada juga tamu yang datang dari jauh untuk berlibur. Menonton film ini seakan menghidupkan kembali sebuah imajinasi tentang kehidupan yang selama ini seakan hanya ada dalam mimpi.

Arti Menulis

cr: pexels.com/@bongkarn-thanyakij-683719

Isabel Allende dalam sebuah wawancara ditanya apa arti menulis baginya. Ia menjawab, “Hidup. Menulis cerita adalah satu-satunya hal yang ingin saya lakukan. Menulis itu seperti bernapas. Sastra telah memberi saya suara, memberi arti pada hidup saya dan menghubungkan saya dengan jutaan pembaca di seluruh dunia.” Bagi sebagian orang, menulis bukanlah sesuatu yang istimewa. Namun, bagi sebagian orang yang lain, menulis adalah aktivitas yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya.

Memori

cr: pexels.com/@themarkdalton

408. Setelah dioperasi waktu itu, saya rawat inap di kamar nomor 408. Tak ada sesuatu yang istimewa dari nomor tersebut. Sampai kemudian saya ingat bahwa kamar yang saya tempati di hotel waktu berlibur ke Kuala Lumpur tahun lalu bernomor sama: 408. Setelah saya cek di galeri foto ponsel, benar ternyata memang nomornya sama. Apakah ini kebetulan? Hm, tampaknya memang kebetulan. Tapi ternyata ingatan saya tidak salah.

Bicara soal ingatan dan memori, kadang ada hal-hal dalam hidup yang selamanya tak terlupakan. Momen-momen yang sebagian memang berkesan, tapi ada juga yang entah karena alasan apa tak pernah bisa hilang dari ingatan.

Pengalih Perhatian

cr: pexels.com/@monstera

Akhir Februari lalu, saya masuk ke ruang operasi. Itu pengalaman kedua dioperasi setelah tahun 2013 lalu juga pernah dioperasi tapi di rumah sakit berbeda dengan penyakit yang berbeda. Karena tahu rasanya dan suasananya ruang operasi itu kayak apa, tentu saja masuk kembali ke ruang operasi bikin takut. Khususnya takut dengan proses anestesi. Injeksinya itu lho bikin trauma sendiri, hehe.