cr: unsplash.com/@bundo

unfortunately (adverb)
= unluckily, sadly, alas, regrettably, worse luck (informal), woefully, unhappily, sad to say, lamentably, sad to relate

thefreedictionary.com/unfortunately

Saat ini lagi sensi dengan kata “unfortunately.” Soalnya dua kali dalam sebulan nerima surel yang isinya mengandung kata ini. Jadi kalau baca kata ini langsung bad mood, hahaha. Bukan hal yang terlalu serius atau bagaimana. Hanya sedang sedih saja karena gagal mencapai sesuatu. Dua kali terima surel yang isinya masih belum berhasil memenuhi standar yang diinginkan. Walau sedih, life must go on. Kadang yang kejadian belum sesuai dengan yang kita harapkan, tapi keberanian untuk mencoba hal baru jelas sesuatu yang perlu diapresiasi sendiri, ya kan?

Setiap kali menerima surel baru yang berisi pemberitahuan atas sesuatu, kata pertama yang saya cari adalah “unfortunately”. Kalau kata itu sudah muncul, langsung perlu mempersiapkan mental lebih kuat lagi membaca deskripsi atau keterangan lebih lanjutnya. Ketika belum berhasil mencapai sesuatu, kita jelas akan merasa sedih. Mungkin malah kecewa pada diri sendiri. Kecewa pada diri sendiri yang belum berusaha dengan maksimal. Menyalahkan diri sendiri yang nggak pinter-pinter.

Belum beruntung. Belum berhasil. Belum layak. Ada situasi-situasi tertentu dalam hidup yang membuat kita tak nyaman. Rasanya tak menyenangkan saat kita terjatuh ketika berusaha untuk memijak satu anak tangga. Kesedihan dan perasaan yang tak nyaman sulit untuk dihindari. Bahkan mungkin memang sebaiknya tak untuk dihindari.

Even a happy life cannot be without a measure of darkness, and the word happy would lose its meaning if it were not balanced by sadness. It is far better take things as they come along with patience and equanimity.

carl jung

Saat kita mengalami hal yang kurang membahagiakan, boleh bersedih tapi secukupnya saja. Dulu, setiap kali gagal mencapai sesuatu saya sering memaksakan diri untuk berpikir positif. Memaksakan diri untuk pura-pura tegar dan baik-baik saja. Namun, sekarang saya mencoba untuk menerima perasaan tak nyaman tersebut. Karena kalau semakin ditolak, perasaan negatif itu seolah akan makin menghajar diri sendiri.

Setelah merasa agak baikan, kita bisa kembali menata langkah. Memperbaiki kesalahan yang ada sebelumnya. Pelan-pelan saja tak apa. Berbaik hati pada diri sendiri juga penting, bukan?

Semoga ke depannya tak lagi ada kata “unfortunately” pada usaha-usaha yang akan dilakukan. Jika ada yang belum jadi rezeki kali ini, akan ada kesempatan lain untuk mencari pintu rezeki yang baru. Usaha dimaksimalkan, biar Pemilik Semesta yang jadi pemberi keputusan sebaik-baiknya.