cr: unsplash.com/@lum3n

Hello Endah,

… . Your feedback was really helpful and we are keen to implement all of it … .

Ada banyak hal yang memengaruhi kenyamanan kita bekerja. Salah satunya adalah ketika suara kita didengar. Saat umpan balik kita ternyata dibaca dan dipertimbangkan, rasanya ada energi positif yang mengalir. Sekalipun implementasinya nanti mungkin akan berbeda dengan saran yang kita berikan, setidaknya sudah ada kebahagiaan tersendiri saat kita bisa merasa ikut menjadi bagian dari dunia pekerjaan yang kita tekuni.

Lebih dari satu tahun ini saya mencoba sebuah pekerjaan sampingan baru yang sistem kerjanya sepenuhnya remote. Semua komunikasi sebagian besar dilakukan via surel. Setiap kali ada info baru atau perkembangan baru, ada surel yang langsung dikirimkan. Walau tak pernah tatap muka, tapi dengan alur komunikasi yang baik sekaligus ramah, saya merasa nyaman menjadi bagian dari lingkaran ini.

Salah satu hal yang cukup sering dilakukan adalah mengisi kuesioner. Beberapa bulan lalu, masing-masing dari kami perlu mengisi kuesioner yang berkaitan dengan kualitas yang ingin ditingkatkan dalam organisasi tersebut. Saat itu, saya mengisi sesuai yang saya inginkan. Ada hal yang coba saya ajukan dan sarankan. Tadinya saya mengira apa yang saya sampaikan hanya akan dibaca sepintas lalu mengingat orang-orang yang bergabung di situ banyak sekali dari berbagai negara.

Sampai kemudian saya mendapat surel yang isinya mengabari bahwa masukan yang saya sampaikan ternyata akan diimplementasikan. Memang bukan hanya saya satu-satunya yang menawarkan masukan atau ide tersebut. Beberapa rekan yang lain pun ada yang memberi masukan yang senada. Namun, mengetahui ternyata “suara saya didengar” rasanya bahagia sekali.

Work pressure arises only when you don’t enjoy your work.

Haresh Sippy

Setiap pekerjaan akan memberi tekanan. Kita punya toleransi tersendiri dalam menghadapi tekanan yang ada. Meski begitu, kita juga bisa melakukan berbagai cara untuk meredam tekanan yang ada. Saat pekerjaan yang kita lakukan bisa kita nikmati, maka tekanan yang ada takkan terlalu terasa.

Selain itu, faktor lingkungan dan komunikasi dalam bekerja juga sangat memengaruhi kenyamanan bekerja. Menemukan lingkungan kerja yang sesuai dengan standar ideal yang kita inginkan mungkin tak mudah. Saya sendiri masih mengupayakan bisa mendapat lingkungan kerja yang nyaman dengan orang-orang yang suportif. Saling bertukar pendapat dan memberi masukan sangatlah penting dalam menjaga kenyamanan bekerja. Ya, kalau mau maju bersama perlu melibatkan semua yang ada.

You love your work when your work is with people you love.

Richie Norton

Ketika suara dan umpan balik kita diperhatikan, rasanya kita semakin “dimanusiakan“. Bekerja pun bisa dilakukan dengan sepenuh hati. Kalau kita tak pernah dilibatkan sama sekali, akan ada jarak yang makin lebar terbentuk. Kenyamanan akan semakin sulit didapatkan. Target dan tujuan bersama yang ingin dicapai pun makin susah direngkuh.

Begitu umpan balik kita dipertimbangkan, kita akan merasa diapresiasi. Perasaan diapresiasi ini tak semata-mata berasal dari banyaknya uang atau penghasilan yang kita dapat. Ucapan “terima kasih” pun bisa menjadi bentuk apresiasi yang luar biasa. Kadang kita terlalu fokus berlari mengejar target atau memenuhi tuntutan perusahaan, sampai lupa untuk mendengar suara “rekan-rekan seperjuangan kita”.

Semangat bekerja pun bisa tercipta melalui hal-hal sesederhana sisipan kalimat bernada positif seperti ini. Khususnya bila sebagian besar komunikasi dilakukan via surel atau messenger, menggunakan kalimat efektif sekaligus ramah bisa memberi pengaruh luar biasa pada suasana hati. Yang tadinya bete karena ada perubahan baru dalam sistematika kerja, langsung bisa semangat lagi menyelesaikan pekerjaan. Bukan yang asal suruh harus begini dan begitu atau yang cuma isinya nyuruh ini dan itu.