“Sometimes it’s hardest to forgive the ones we love.”

Mr. Rogers

Baru saja saya menonton film A Beautiful Day in the Neighborhood dan sanngat tersentuh dengan sebuah kalimat dari Mister Rogers. Terkadang memaafkan orang yang kita cinta adalah yang paling sulit kita lakukan. Sungguh sangatlah sulit untuk bisa membuka hati dan memaafkan ketika orang yang melukai kita adalah orang yang paling kita cintai, khususnya orang yang memiliki hubungan darah yang sangat dekat dengan kita.

cr: imdb

Tertarik menonton A Beautiful Day in the Neighborhood karena kisahnya diangkat dari kisah nyata. Tentang persahabatan Fred Rogers dan jurnalis Lloyd Viogel. Terlebih ketika tahu Tom Hanks memerankan Fred Rogers, jadi makin tertarik nonton film ini. Tak disangka film ini sangat cocok dengan suasana hati yang sedang saya rasakan saat ini.

Lloyd memiliki masalah dengan ayahnya dan sulit untuk memberinya maaf. Ketika mendapat tugas untuk mewawancarai Fred, awalnya Llyod enggan. Namun, justru dari situ Lloyd ikut terbantu untuk bisa pelan-pelan memulihkan dirinya.

“Do you know what forgiveness means? It’s a decision we make to release a person from the feelings of anger we have against them.”

Fred Rogers

Memaafkan seseorang yang telah melukai kita begitu dalam dan orang tersebut adalah orang yang memiliki hubungan darah dengan kita, jelas sangat sulit. Hati yang sudah begitu terluka membuat kita rasanya ingin membuat orang yang telah melukai kita juga terluka. Akan tetapi, hati pun sebenarnya berontak. Tak pernah ada yang ingin menyakiti orang yang kita cintai tapi karena luka yang telanjur begitu dalam, sulit untuk bisa berdamai dengan keadaan.

“There’s always something you can do with the mad you feel.”

Mr. rogers

Yang saya suka dari film ini adalah cara Fred sebagai Mr. Rogers membantu Lloyd untuk mengenali perasaannya. Tentu saja kita akan marah saat dilukai oleh orang yang begitu dekat dengan kita. Tentu saja sulit bagi kita untuk memaafkan orang yang sudah merusak dunia kita. Tidak apa-apa merasakan itu semua. Sebab dari situ kita nantinya akan terbantu untuk mengatasi masalah yang ada.

“To die is human, and anything human is mentionable. Anything mentionable is manageable.”

fred rogers

Kita ingin memiliki keluarga yang bahagia. Ingin membangun kehangatan bersama dan tidak saling menyakiti satu sama lain. Jelas ada keinginan di dalam diri kita untuk bisa menjaga keutuhan keluarga. Sayangnya, konflik dan masalah bisa datang kapan saja. Ketika yang terluka di dalam keluarga adalah diri kita sendiri, jelas akan sulit untuk menghadapinya seorang diri.

Semalam saya juga baru menonton sebuah film Jepang. Judulnya The Forest of Wool and Steel (Hitsuji to hagane no mori). Film ini tentang Tomura Naoki yang menemukan kecintaannya menyetem piano. Dia pun bekerja sebagai penyetem piano yang tugasnya menyelaraskan nada piano sesuai permintaan pianis atau pemilik piano.

cr: imdb

Saat ia mengutarakan keinginannya untuk menekuni profesi sebagai penyetem piano, tak semua anggota keluarganya memahaminya. Tumbuh dan dibesarkan di desa dan dikelilingi hutan, Tomura merasa setiap kali mendengar nada piano ia bisa merasakan hutan. Sayangnya, keluarganya tak terlalu paham dengan keinginan Tomura tersebut. Bahkan adiknya pun sempat tampak menyepelekan keinginannya itu.

Saat mendapat tugas menyetem piano yang dimainkan pasangan kakak adik, Tomura sempat kebingungan. Dia bingung harus mengikuti keinginan sang kakak atau adik. Dia pun teringat sendiri dengan hubungannya bersama adiknya. Sebagai kakak, Tomura paham perlu mengalah pada kondisi tertentu tapi ia juga ingin bisa diakui dengan pilihannya sendiri. Tidak mudah memang saat kita punya masalah dengan saudara kandung sendiri. Ada keinginan untuk bisa bahagia selamanya, tapi ketika terpaksa mengalah maka tak bisa melakukan apa-apa lagi walau sebenarnya hati ini hancur.

We are trying to get the world positive ways of dealing with our feelings.”

mr. rogers

Balik lagi ke film A Beautiful Day in the Neighborhood. Memahami dan menerima perasaan kita dengan sadar sepenuhnya sangatlah penting. Saat kita menghadapi situasi sulit, tak apa untuk mengatakan dengan jujur bahwa keadaan itu sulit. Saat kita marah karena dilukai oleh anggota keluarga kita, tak apa untuk menunjukkan rasa marah. Dengan begitu kita tak akan menyiksa diri terlalu lama. Sehingga bisa pelan-pelan melepaskan bara yang ada di dalam dada.

“Sometimes, we have to ask for help. And that’s okay.”

fred rogers