Skip to content

Titipan

cr: pexels.com/@ann-nekr-3111643

Tak ada yang benar-benar kita miliki di dunia ini. Bahkan detak jantung ini pun bukan punya kita. Semua yang kita kenakan dan genggam tak pernah menjadi milik kita sepenuhnya. Segalanya tak lain hanya titipan. Tak ada yang kita punya di dunia ini. Semua hanya titipan dan karena ini titipan, segalanya pasti akan dikembalikan.

Teringat suatu hari pada sekitar akhir 2018 mendapat project yang terbilang cukup besar. Pekerjaannya sangat saya sukai dan penghasilan yang didapat pun sungguh amat sangat lebih dari cukup. Saya sempat jumawa dengan meyakini project itu bisa tetap saya kerjakan dalam waktu lama, tapi nyatanya karena suatu hal saya tidak bisa terlibat untuk melanjutkannya lagi. Sedih? Jangan ditanya lagi. Tapi ya sudah, rezeki saya mungkin cukup di situ. Mungkin itu memang yang terbaik, toh setiap yang kita dapatkan pun tak lain juga titipan. Sang Penguasa Semesta bisa mengambil kembali semua titipan itu kapan saja.

Dua hari yang lalu, Bapak berulang tahun. Memang kami tak pernah punya tradisi perayaan khusus setiap ada yang ulang tahun. Namun, tahun ini saya putuskan untuk membelikan kue tart kecil-kecilan biar ada alasan untuk bisa berfoto bersama. Setelah berfoto bertiga (saya, Ibu, dan Bapak), saya kembali melihat hasil fotonya. Entah kenapa ada rasa sedih. Sedih karena kedua orangtua yang tampak semakin lelah. Saya belum bisa benar-benar membahagiakan keduanya. Belum benar-benar menjadi anak yang berbakti untuk keduanya. Semoga masih ada waktu dan kesempatan untuk bisa lebih berbakti dan membahagiakan Ibu dan Bapak ke depannya. Semoga Allah menitipkan umur yang panjang juga untuk Ibu dan Bapak (hiks, sedih lagi ini).

Semuanya cuma titipan. Saya sering lupa akan hal itu. Kadang masih sering terlalu meninggikan diri padahal tak ada apa-apa yang dimiliki. Karena semua hanya titipan, maka perlu dijaga baik-baik. Karena semua cuma titipan, maka perlu dirawat segalanya sebaik mungkin.

Semoga kita semua bisa menjaga semua titipan dari-Nya ini dengan sebaik mungkin, ya. Tidak terlalu bersedih berlebihan saat yang digenggam diminta kembali. Juga tidak perlu terlalu bersedih menghadapi situasi-situasi yang di luar kendali diri.

Published inCLARITY

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *