Skip to content

Tenang

cr: unsplash.com/@hudsoncrafted

Tenang tenang yang tak kunjung datang
Menanti nanti cahaya-Mu, beri aku petunjuk-Mu
Tenang tenang oh datanglah tenang hari ini

Jauhkan ku dari sedih itu
Aku merindu padamu
Jauhkanku dari gelap itu
Aku kembali kepada-Mu

(Tenang, Yura Yunita)

Beberapa waktu terakhir berulang kali memutar lagu “Tenang” ini. Lirik lagunya sangat mewakili perasaan sendiri belakangan ini. Ada saat-saat hati nggak tenang. Bahkan sampai nggak tahu apa penyebab hati ini nggak tenang. Sampai-sampai ketika sudah malam dan sudah waktunya tidur, malah semakin terjaga. Bagaimana caranya agar bisa lebih tenang jalani hidup?

“Jangan berdoa meminta hidup yang mudah, tapi berdoalah agar jadi orang yang kuat menghadapi persoalan-persoalan besar. Jika Anda meminta hidup yang mudah, Anda akan terus hidup di level yang rendah,” tulis Fahruddin Faiz dalam buku Menjadi Manusia, Menjadi Hamba.

Semakin bertambah usia, semakin merasa hidup tak serta merta akan semakin mudah. Banyak hal baru yang menghadirkan kesulitan yang tak pernah disangka sebelumnya. Ada ujian hidup yang menghadirkan tempaan yang begitu keras. Kewalahan rasanya menghadapi persoalan-persoalan baru yang tak pernah disangka sebelumnya.

Entah apa jadinya jika tak bisa bersujud. Entah apa jadinya jika tak bisa berdoa. Entah apa jadinya jika tak bisa mencurahkan semua isi hati pada-Nya. Ada beberapa hal yang kadang sulit untuk dimengerti. Ada takdir yang rasanya begitu kejam menimpa diri. Namun, sekali lagi diri ini pun tak selalu punya daya. Diri ini hanya seorang hamba.

Masih sering kita menuntut banyak hal pada Sang Pencipta. Kita sering mempertanyakan hal-hal yang menimpa kita. Kita masih sering mempertanyakan kenapa harus kita yang mengalami semua ini. Kenapa kita tak bisa menjalani hidup yang lebih tenang setelah semua kesulitan dan masalah yang berhasil kita lalui?

Keinginan demi keinginan terus hadir dalam hidup. Namun, terwujudnya sebuah keinginan pun ternyata tak langsung menghadirkan ketenangan. Saat sebuah keinginan terwujud, kadang ada tanggung jawab baru yang harus diemban. Saat sudah mendapatkan sesuatu, butuh upaya yang lebih keras untuk bisa menjaganya dengan sebaik mungkin.

Kita tak bisa menuntut hidup akan selalu mudah. Akan tetapi, kita bisa selalu berdoa untuk minta dikuatkan.

Beberapa tahun terakhir, rutinitas bekerja tak lepas dari serangkaian deadline. Setiap kali bekerja, rasanya selalu berkejaran. Sungguh tidak tenang kalau ada deadline yang belum terpenuhi. Tidak tenang rasanya jika masih ada pekerjaan yang tak kunjung selesai. Rutinitas seperti ini pun kemudian seakan melebur dalam diri. Setiap kali ada hari libur atau mengambil cuti, kadang jadi bingung sendiri, “Apa yang akan dilakukan untuk mengisi waktu hari ini?” Terbiasa mengerjakan sesuatu dan mengekori deadline, kadang malah jadi stres saat tidak melakukan apa-apa.

Saat tidak bisa tidur pada malam hari dan merasa gelisah entah karena apa, langsung bertanya-tanya, “Kenapa hati ini nggak tenang?” Kadang merasa masih ada kehampaan dan kekosongan yang menyelimuti diri. Kadang merasa ada hal yang terlewat begitu saja.

Dalam video “Allah Menghibur Nabi Muhammad SAW, Apa Hiburan Hatimu?” yang disampaikan oleh DR KHM Luqman Hakim, ada sebuah cara yang bisa bantu menentramkan hati di kala gelisah. Caranya adalah dengan ambil wudu, shalat dua rakaat, lalu baca tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir sebanyak-banyaknya. Cara itu pun langsung saya coba, dan alhamdulillah selalu berhasil untuk menenangkan hati. Jadi, ketika pada malam hari sulit tidur, langsung ambil wudu dan shalat dua rakaat. Biasanya setelah itu langsung merasa lebih tenang dan bisa tidur nyenyak.

Ketenangan kadang memang perlu dikondisikan sendiri.

Ketika segalanya terasa berat dan menyesakkan, kembali menyerahkan segalanya kepada Sang Penggenggam Jiwa bisa jadi jalan yang terbaik. Hanya Dia yang bisa menghadirkan ketenangan yang paling dalam di hati ini.

Published inJOURNAL

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *