Skip to content

Tag: journal

Merawat Hari

cr: pexels.com/@cottonbro

“Hidup ini mempunyai irama yang janggal. Dibutuhkan waktu cukup lama untuk bisa menyadari hal ini. Sekian dekade. Bahkan berabad-abad. Irama yang tidak mudah. Bagaimanapun, irama itu tetap ada. Kecepatannya berubah dan turun-naik. Di dalam struktur ada struktur, dan di dalam pola tersimpan pola. Sungguh mengagumkan.”

(How to Stop Time, hlm. 316)

Beberapa hari lalu saya membaca novel How to Stop Time. Sejak membaca karya Matt Haig yang berjudul Reasons to Stay Alive, tiap kali ia menerbitkan buku baru dan sudah ada terjemahannya dalam bahasa Indonesia, saya langsung berusaha untuk mencarinya. Sebagai penyintas bunuh diri, ia pun menulis buku (nonfiksi dan fiksi) yang temanya tak jauh-jauh dari soal kehidupan dan makna hidup. Tema yang ia angkat ini pun selalu menarik untuk diikuti.