Skip to content

Tag: how is life

Persepsi Waktu

cr: pexels.com/@15362453
sense of time = persepsi waktu

“Our most ancient clocks are inside of us,” pernyataan ini saya temukan waktu menonton episode Time dalam docuseries berjudul Explained. Beberapa waktu terakhir, selain masih setia mengikuti drama Korea dan sejumlah serial (sungguh “sibuk” ya tampaknya hari-hari belakangan ini, hehe), saya keranjingan nonton docuseries. Menyenangkan rasanya bisa mendapat banyak sisi menarik dan penjelasan dari para pakar tentang sejumlah fenomena yang ada di sekitar kita, bahkan sangat dekat dengan kita, melalui episode-episode yang menyegarkan dalam docuseries.

WFH, WFO, atau WFA, Pilih Mana?

cr: pexels.com/@minan1398

Teringat dalam salah satu sesi YouTube Live pada tahun 2019 lalu, “ibu bos” mengajak office tour di area yang menempati sebuah gedung yang berlokasi di kota Seoul, Korea Selatan. Karena sebagian besar “karyawan” bekerja dari rumah (di negara masing-masing), maka secara rutin selalu ada sesi online yang bisa diikuti sesuai dengan jadwal yang dibuat. Di setiap sesi yang diadakan, selain membahas beberapa kabar terbaru terkait pekerjaan kadang juga membahas soal cuaca hingga kesibukan di kantor pusatnya.

Karakter

cr: pexels.com/@marta-wave

Mengenal karakter seseorang tak selalu mudah. Kadang ada banyak lapisan yang harus dibuka. Ada banyak penghalang yang perlu ditembus. Bahkan perlu melihat dari berbagai arah untuk menemukan karakter sejati seseorang.

Fokus

cr: pexels.com/@arts

Kadang saat sedang kecapekan atau (sok) kebanyakan pikiran, kemampuan untuk fokus mengerjakan sesuatu bisa menurun. Makin tidak teliti dan rasanya jadi gampang capek luar biasa. Mungkin penyebabnya bisa karena burn out juga. Seperti yang baru saya alami ini, dapat email untuk segera mengecek file yang ternyata belum saya revisi dengan benar sesuai instruksi.

Sampai Sejauh Ini

cr: pexels.com/@ann-martynova-1804168

Ya, akhir tahun sudah di depan mata. Apa kabar hari-hari yang sudah dilalui? Sejak WFH tahun lalu, rasanya waktu bergulir begitu cepat. Apakah karena menikmati semua waktu yang ada atau karena rutinitas yang cenderung monoton? Apa pun itu, bisa bertahan hingga detik ini sudah sepatutnya disyukuri.

Meraih, Melepas, Menerima, dan Alur yang Menyertainya

cr: pexels.com/@rlldied

Masih banyak yang ingin digapai. Begitu banyak hal yang ingin bisa didapatkan dan dirasakan. Hanya saja mustahil untuk bisa meraih semua hal yang diinginkan. Ada saatnya perlu melepas hal-hal yang tak bisa lagi digenggam. Serta, perlu memiliki kemampuan menerima kenyataan yang ada tanpa “tapi” dan tanpa “andai saja”. Hidup selalu disertai dengan alur dan siklusnya sendiri. Mengikuti dan mengalir berdasarkan kehendak Sang Pemilik Semesta.

Yang Disebut Rumah

cr: pexels.com/@charlotte-may

Apa arti rumah untukmu? Masing-masing dari kita pasti punya cara sendiri dalam memaknai rumah. Bisa memaknainya dalam bentuk wujud bangunannya, bisa juga memaknainya dengan kehadiran orang-orang tertentu di dalamnya.

Sudah 19 bulan ini saya merasakan tinggal sendirian di rumah. Hm, nggak sepenuhnya sendirian juga sih karena sesekali bapak ibuk juga menginap di sini. Beberapa teman pun sudah ada yang pernah bermalam di sini. Rasanya masih belum percaya saya akan mendapatkan pengalaman seperti ini: pengalaman tinggal di rumah sendiri, (sementara masih) sendirian.