Passionately in Love with Magical Words

Tag: how is life Page 1 of 8

Setelah 40 Minggu WFH

cr: pexels.com/@vlada-karpovich

Sudah 40 pekan dijalani dengan bekerja penuh waktu dari rumah (work from home). Tadinya mengira rutinitas WFH hanya akan berlangsung dua pekan seperti intruksi awal dari kantor pada pertengahan bulan Maret tahun lalu. Lalu, siapa sangka WFH kemudian diperpanjang sekian pekan, hingga akhirnya sudah melebihi 40 pekan. Pandemi covid-19 yang entah kapan akan reda memang masih mengkhawatirkan di negeri ini.

Jadi, apa saja rutinitas dan hal-hal yang sudah dilakukan selama WFH ini?

Berhadapan dengan Diri Sendiri

cr: pexels.com/@nadine-wuchenauer-695910

2021. Tentu saja ada banyak keinginan dan harapan baru yang ingin dirangkai tahun ini. Pastinya ada banyak ekspektasi dan target baru yang ingin dicapai. Namun, sebelum itu, mungkin ini saat yang tepat untuk menepuk-nepuk bahu sendiri. Berterima kasih karena sudah melalui tahun 2020 dengan tetap melangkah ke depan. Tahun 2020 jelas bukan tahun yang mudah untuk saya. Dalam satu tahun itu, satu perkara besar yang saya temui adalah berhadapan dengan diri sendiri.

Pemahaman

cr: pexels.com/@evie-shaffer-1259279

Tidak setiap waktu bisa memahami isi pikiran orang lain. Bahkan pada sosok yang sudah dikenal puluhan tahun pun, ada hal-hal dalam benaknya yang tidak bisa dipahami sepenuhnya. Tapi, jangankan memahami orang lain, memahami diri sendiri pun kadang belum bisa.

Perbaikan

cr: pexels.com/@emrecan

Masih teringat dengan jelas hal-hal yang saya rasakan tepat setahun lalu. Tahun lalu pada tanggal-tanggal ini saya sedang merasa “terburu-buru” untuk bisa segera beli rumah. Saat itu ada hari-hari saat saya tidak bisa tidur semalaman karena terus mencari info rumah untuk dibeli. Mulai dari harga hingga lokasi rumah. Sempat sangat pesimis karena harga rumah sungguh jauh dari bayangan sebelumnya. Nggak kebayang harganya semahal ini. Saat itu juga merasa sangat bingung bahkan ragu apakah, “Ini memang saat yang tepat untuk beli rumah?”

Pergantian

cr: pexels.com/@cottonbro

Tidak selalu baik-baik saja. Tidak selalu bisa tersenyum dengan jujur dan benar-benar tulus. Tak apa. Hari-hari pun selalu berganti. Hari yang sebelumnya cerah dan gerah bisa berubah menjadi hari yang sangat kelabu dengan mendung berkepanjangan. Tahun ini sudah akan berakhir. Mungkin dalam “satu kedipan” saja sudah akan menginjak tahun yang baru.

Bekerja dan Kebahagiaan

cr: pexels.com/@chuck

Selama WFH ini, jadi suka mengikuti beberapa kanal YouTube. Salah satunya adalah kanal PD Na Young-seok. Karena sebagian besar variety shows Korea yang kutonton dan jadi favorit adalah karyanya PD Na, jadinya pas nemu kanal YouTube-nya jadi makin suka ngikuti video-video barunya. Salah satunya adalah video-video di balik layarnya drama Hospital Playlist yang disutradarai oleh Shin Won-ho. Saya pun baru tahu kalau Na Young-seok dan Shin Won-ho ini bisa dibilang sudah seperti sahabat. Mengawali karier dari tahun yang sama dan sama-sama sukses membuat karya yang istimewa.

Sudut Pandang

Namun, tidak seperti emosi lainnya, kekecewaan lebih sulit untuk diungkapkan: Jika dikeluarkan, perasaan itu akan terkesan remeh dan kekanak-kanakan, tapi jika saya terus memendamnya, perasaan itu akan semakin parah. Kedua hal itu yang membuat kita sulit mengambil sikap. Jika kita merasa putus asa, paling tidak kita bisa mengatakannya dan meminta pertolongan. Demikian pula jika kita merasa sedih, kita bisa menangis. Tapi jika kecewam perasaan itu lebih sulit untuk diekspresikan karena kita harus menjelaskan kepada orang yang telah mengecewakan kita.

love for imperfect things

Satu hal yang terasa begitu berat untuk dihadapi sepanjang tahun ini adalah berdamai dengan perasaan kecewa. Menerima dan berdamai dengan perasaan itu bukanlah hal yang mudah untuk saya. Beberapa bulan belakangan ini sering merasa bingung dengan situasi yang ada. Ada rasa kesal, marah, dan sedih yang begitu dalam. Sampai ketika saya membaca buku Love for Imperfect Things, saya merasa sepertinya akar dari sebagian besar perasaan yang membingungkan ini adalah rasa kecewa.

Page 1 of 8

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén