Skip to content

Tag: buku

Buku-Buku

cr: pexels.com/@polina-zimmerman

Waktu menonton film dokumenter The Booksellers ada banyak hal yang menarik perhatian. Mulai dari bagaimana para pecinta buku menghargai buku-buku, para kolektor merawat buku-buku, hingga bagaimana cara mereka memandang buku-buku dalam keseharian. Serta tentang bagaimana industri buku berjuang untuk berjalan beriringan dengan teknologi dan internet yang berkembang begitu pesat.

Setiap Tulisan akan Menemukan Pembacanya

cr: pexels.com/@cottonbro

Selama sepekan lalu, saya mengikuti beberapa webinar dari Ruang Tengah. Mengikuti bincang-bincang penulis dan mengikuti berbagai pembahasan tentang dunia buku. Di tengah kondisi pandemi dan belum bisa kemana-mana (bahkan bekerja pun tetap di rumah saja), bisa mengikuti acara dengan tema yang tak jauh-jauh dari kepenulisan dan dunia buku jadi hal yang menyenangkan. Senang rasanya bisa melihat sudut pandang berbeda dari penulis-penulis yang menjadi narasumber. Satu hal yang semakin saya pahami bahwa setiap tulisan akan menemukan pembacanya.

Membaca Kim Ji-yeong Lahir Tahun 1982

Saat Irene, anggota grup K-Pop Red Velvet, mengungkapkan di sebuah acara temu penggemar bahwa ia baru saja selesai membaca novel Kim Ji-yeong Lahir Tahun 1982, ia dihujani sejumlah komentar miring1. Ada penggemar dan pengikut media sosialnya yang marah dan mengecamnya. Bahkan sejumlah penggemar membakar dan menggunting foto-foto bintang K-pop tersebut kemudian diunggah di media sosial. Mereka sampai mengatakan berhenti jadi penggemarnya. Kenapa hanya karena sebuah novel yang dibaca sang idola, respons sejumlah penggemar bisa seekstrem itu? Apa yang salah dari membaca sebuah novel?