cr: pexels.com/@tobias-bjorkli-706370

Hidup tak ubahnya sekumpulan situasi. Ada situasi-situasi yang memang bisa kita rancang dan bangun sendiri. Ada juga situasi-situasi yang terbentuk di luar kendali diri. Sebagian situasi bisa kita atasi dan jalani dengan mudah. Namun, ada juga situasi yang sulit kita hadapi karena sejumlah situasi lainnya. Situasi-situasi yang hadir dalam hidup ini memang bisa cukup membingungkan.

Selama beberapa waktu belakangan ini cukup banyak situasi yang menghadirkan perasaan-perasaan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Perasaan yang membuat saya kadang merasa sulit bernapas karena tak tahu cara menghadapi dan mengatasinya seorang diri. Hanya saja di sisi lain, situasi tersebut menggiring saya pada menemukan perasaan lain yang menghadirkan kenyamanan berbeda. Perasaan lapang. Satu pelajaran penting yang saya dapat dari itu adalah bahwa ada kekuatan yang lebih besar dari yang kita punya saat ini. Ada Sang Penggenggam Jiwa yang akan selalu menguatkan kita di berbagai situasi. Ada Allah SWT yang akan selalu bersama menemani diri.

Dalam sebuah situasi saat ini, saya membayangkan saya sedang berada di sebuah perkemahan. Selama beberapa waktu ada banyak orang yang berkemah di tempat yang sama dengan saya. Namun, seiring berjalannya waktu satu per satu dari mereka mulai mengemasi peralatan berkemah mereka. Ada yang pindah ke tempat yang lain, ada juga yang sengaja menyudahi aktivitas berkemah mereka dan memulai aktivitas baru yang lain. Satu per satu dari mereka meninggalkan tempat ini. Di situasi seperti itu, sebenarnya saya tidak ingin meninggalkan perkemahan tersebut. Saya merasa cukup nyaman di situasi itu. Hanya saja ketika melihat banyak orang pergi, ada kegelisahan tersendiri. Apakah saya mampu bertahan di sini? Mau sampai kapan saya akan menetap di sini? Haruskah saya juga meninggalkan tempat ini? Perlukah saya mengubah situasi yang ada saat ini? Tapi saya masih bisa menikmati hidup di sini, harus bagaimana? Tapi di satu sisi saya merasa situasi ini membuat saya juga harus menentukan langkah selanjutnya. Bergerak melakukan sesuatu, tapi apa?

Berada di situasi yang membuat kita tak bisa mengendalikan apa pun atau memahami apa pun jelas sangat tidak mengenakkan. Saat kita sudah tidak bisa bergantung pada orang lain atau mengharapkan kehadiran orang lain, maka kita perlu berpegangan pada yang jauh lebih besar dari itu semua. Menghadapi situasi yang membingungkan seakan mengaburkan kemampuan untuk berlogika dan mencerna.

Sempet terbersit di benak bahwa yang lebih menyulitkan daripada menghadapi tuntutan orang lain adalah saat terjebak pada situasi yang tak pernah diinginkan sebelumnya. Seolah berada di dalam gelembung dengan udara yang semakin hari semakin menipis di dalamnya. Tidak ada orang yang menyuruh kita untuk keluar. Tapi kita tak bisa hanya bertahan dalam gelembung tersebut lebih lama. Tidak ada suruhan untuk menghancurkan gelembung tersebut tapi jika gelembung tersebut tidak dihancurkan kita tidak bisa keluar dan menghirup udara lebih lama. Hanya pasrah dengan situasi tersebut pun bukan pilihan yang bijak.

Pada setiap situasi saya terus mengingatkan diri untuk melibatkan Allah. Melibatkan-Nya dalam segala hal. Selalu meminta bimbingan dan arahan-Nya. Selalu menjaga kedekatan dengan-Nya. Dengan begitu, melalui kemurahan hati-Nya, saya bisa mengatasi dan menghadapi berbagai situasi dengan lebih kuat.