cr: unsplash.com

Reading speed? Apa itu? Bagi seorang subtitler, memahami reading speed sangatlah penting dalam menghasilkan terjemahan yang baik dan dapat dinikmati dengan nyaman oleh audiens. Ada aturan khusus terkait reading speed yang harus dipatuhi dalam menerjemahkan teks film.

Coba sekarang bayangkan kita sedang menonton sebuah film dengan teks terjemahan yang panjang di dalamnya tapi muncul hanya dalam waktu sekali kedip. Wah, pastinya susah untuk membacanya, ya. Mata dan otak kita membutuhkan sepersekian waktu untuk bisa membaca dan memahami arti dari sebuah teks. Apalagi saat menonton film, pastinya perhatian kita juga tak hanya tertuju pada teks melainkan juga pada adegan demi adegan yang muncul di dalam film. Jelas tidak nyaman sekali bila terjemahan subtitle dari film yang kita tonton panjang nggak karuan dan tidak pas. Bukannya hati bahagia menonton film favorit, yang ada malah bete karena subtitle yang bikin pusing kepala.

cr: unsplash.com

Reading Speed adalah…

Reading speed bisa diartikan sebagai kecepatan seseorang dalam membaca teks dalam satu unit waktu. Dalam penerjemahan subtitle, kecepatan ini bisa berbeda untuk tiap bahasa. Dalam bahasa Indonesia sendiri, umumnya aturan reading speed untuk hasil terjemahan teks program orang dewasa adalah 17 karakter per detik. Sementara aturan reading speed untuk hasil terjemahan teks program anak-anak adalah 13 karakter per detik. Dengan kata lain, rata-rata orang Indonesia dewasa punya kecepatan menangkap 17 karakter teks dalam satu detik saat menonton film. Pada anak-anak, jumlah karakternya lebih sedikit karena ada perbedaan dalam kemampuan membaca dan menangkap makna.

Aturan reading speed ini jadi tantangan tersendiri dalam proses sulih teks. Misalnya, karakter dalam film berbicara sangat cepat dengan kalimat panjang dalam perpindahan adegan yang juga cepat. Seorang subtitler harus pandai-pandai membuat hasil terjemahan yang tidak melenceng dari makna tapi tetap mengikuti aturan reading speed yang ditentukan. Jadi, jangan heran bila mendapati kalimat panjang yang dibicarakan karakter dalam film diterjemahkan dalam kalimat singkat karena perpindahan adegan yang sangat cepat. Hal ini dilakukan agar bisa memberikan kenyamanan pada audiens sendiri untuk bisa tetap mengerti yang diucapkan karakter dalam film sambil tetap menikmati perubahan adegan demi adegannya.

Seorang subtitler perlu punya trik tersendiri dalam mematuhi aturan reading speed ini. Seperti mencari padanan kata dengan jumlah karakter yang lebih sedikit atau memparafrasakan (menguraikan kembali suatu teks dalam bentuk lain) kalimat yang diterjemahkan. Apakah mudah? Hm, tergantung. Tergantung seberapa jago subtitler itu sendiri dan tergantung dari tingkat kesulitan teks yang diterjemahkan. Bahkan untuk satu kalimat bisa butuh waktu sampai setengah jam dalam proses penerjemahannya agar tidak melanggar aturan reading speed ini.

Pekerjaan menerjemahkan teks film atau drama selalu memiliki tantangannya sendiri. Meski kadang sulit dan bikin mumet, hehe, tapi selalu ada kepuasan sendiri setiap kali berhasil memecahkan sebuah kalimat atau percakapan dalam hasil terjemahan yang paripurna.