cr: pexels.com/@amelie-1531972

Kenapa bisa ada begitu banyak pertanyaan yang menyesakkan dan memenuhi isi kepala? Bahkan saat tubuh sudah benar-benar lelah dan butuh istirahat, berbagai tanya dalam kepala membuat diri ini pun terjaga. Berbagai hal yang mengusik pikiran malah berlompatan di dalam benak di saat yang dibutuhkan sebenarnya adalah waktu untuk bisa beristirahat sejenak. Pertanyaan-pertanyaan yang butuh jawaban. Namun, jawaban-jawabannya masih bersembunyi di balik bayangan.

Isi pikiran kadang sulit diajak untuk bekerja sama. Bahkan tak menuruti keinginan atau kehendak yang sudah ditetapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Begitu mudahnya isi hati ini jungkir balik tak karuan. Menyeruak dari dalam isi kepala dan meleleh menyelimuti setiap partikel sel dalam tubuh. Begitu banyak hal yang masih butuh jawaban. Mencoba untuk tetap merasa dan menganggap diri sedang baik-baik saja. Tapi respons yang diberikan dan dihadirkan oleh tubuh tak pernah bisa berbohong.

Kenapa hati ini masih saja merasakan luka padahal sebelumnya sudah memantapkan diri untuk melanjutkan upaya untuk hidup terus melangkah ke depan? Kenapa rasanya masih saja sulit memahami keadaan dan situasi di sekitar kita padahal tadinya kita yakin sudah bisa menemukan jawaban untuk dijadikan genggaman? Kenapa rasanya tenggorokan begitu tercekat padahal sebelumnya sudah merasa jauh lebih baik dan tak menahan beban apa-apa lagi? Kenapa kita terus mengungkit yang sudah berlalu, menyesali episode-episode kehidupan yang terlewat, dan menjadikannya awan hitam yang terus menghantui setiap langkah kita saat berusaha untuk sedikit lebih maju?

Ada saat-saat tertentu rasanya ingin merasakan sedikit keheningan.

Jauh dari hiruk-pikuk dunia. Berjarak sejenak dari orang-orang sekitar. Tapi juga tak mau terlalu memaksakan diri menelan berbagai perasaan negatif dan pahit yang masih bersemayam di dalam diri seorang diri. Melapangkan napas yang entah kenapa tiba-tiba terasa sesak. Ingin menemukan dan mencoba mengembalikan ritme detak jantung seperti sebelumnya. Menjalani hari-hari yang baik-baik saja tapi yang lebih berwarna dari hari-hari sebelumnya.

Kadang hati pun ingin segera bisa menemukan semua jawaban. Semua jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sudah begitu lama bersemayam di dalam benak pikiran.

Mengenal diri sendiri tampaknya menjadi proses belajar seumur hidup. Memahami perubahan-perubahan yang terjadi ternyata tak semudah kelihatannya. Lebih sulit lagi saat harus mengimbangi semua perubahan yang ada dengan hal-hal yang seharusnya sudah kita lakukan dan jalani sendiri. Terjebak dalam tanya yang belum ada jawaban ternyata bisa semenakutkan ini. Kadang ingin menutup mata dari semua keadaan. Supaya tak lagi membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Berhenti mengutuk kehidupan diri sendiri yang sebenarnya baik-baik saja hanya karena merasa kehidupan orang lain tampak lebih terang. Ada kalanya ingin melarang orang-orang menampakkan diri. Lebih baik tak menampakkan diri daripada muncul tapi hanya menyakiti hati. Atau bahkan kita memilih untuk menjadi pengecut supaya tidak mendapat tekanan untuk menyediakan jawaban-jawaban yang orang lain harapkan.

Mengurai benang kusut dari dalam pikiran bisa cukup melelahkan. Seakan hanya bisa mengandalkan diri sendiri untuk bisa menyediakan lebih banyak ruang dan menghadirkan rasa lega. Tapi kenyataannya malah muncul pertanyaan-pertanyaan baru yang makin bercabang dan membingungkan untuk dicari jawabannya. Kadang merasa sudah merasa sangat lelah dengan berbagai keadaan yang terus berulang. Ingin rasanya semua keadaan tak menyenangkan itu usai. Supaya bisa memiliki hari-hari yang lebih baik. Berbeda dari pengulangan-pengulangan monoton yang sudah terlalu banyak dan sering dialami. Perasaan tertekan yang hadir pun kadang ditepis sendiri. Sayangnya, tubuh punya reaksinya sendiri. Ah, menyeleraskan kondisi tubuh dan pikiran pun ternyata tak mudah.

Terjebak dalam jalan buntu pikiran sendiri ternyata bisa terasa semengerikan ini. Saat pandangan terasa begitu sempit, rasanya seakan tak ada sedikit celah cahaya yang bisa didapatkan. Bila sudah begini, perlu memindahkan titik fokus.

Ada Allah yang selalu menyertai. Ada Allah yang senantiasa membersamai. Dia selalu hadir untuk menguatkan diri. Mungkin yang kita rasakan saat ini adalah perasaan tersesat, tapi siapa tahu dari sini kita bisa menemukan sebuah jalan baru. Tetap yakin Allah akan hadirkan jalan keluar terbaik. Yakin akan ada jawaban-jawaban terbaik dari semua pertanyaan yang ada. Yakin bahwa masa-masa sulit ini akan segera berlalu. Yakin akan digantikan dengan hal-hal yang lebih baik dan indah lagi. Yakin bahwa Dia akan senantiasa memudahkan jalan kita ke mana pun kita melangkah. Yakin Dia punya jawaban dari setiap pertanyaan. Punya jalan keluar atas setiap keraguan yang kita rasa. Dia pasti akan selalu memberikan panduan terbaik untuk bisa mengurai pertanyaan dan menemukan jawaban terbaik untuk hidup kita. Allah yang membuat kita ada, yang menggariskan hidup kita, dan akan selalu menguatkan hati kita. Allah Maha Baik.