cr: pexels.com/@fotografierende

Bayangan-bayangan kenangan di masa lalu muncul ramai-ramai dalam ingatan. Teringat akan masa demi masa yang pernah dilalui. Beserta semua hal menyenangkan dan tidak menyenangkan yang diingat. Bahkan rasanya lebih banyak hal yang kurang menyenangkan yang bertahan begitu jelas dalam ingatan. Lalu muncul rasa cemas dan khawatir soal masa-masa yang akan dilalui ke depannya. Akankah terasa buram dan kelam seperti yang dikhawatirkan atau ditakutkan? Pengalaman-pengalaman yang masih terasa asing akankah bisa didapatkan dengan cara yang lebih indah?

Kadang muncul perasaan sangat asing dengan keadaan dan situasi yang dihadapi saat ini. Ada semacam rasa terpisah dari hal-hal yang terjadi di sekitar ini. Ada rasa seakan makin menjauh dari orang-orang yang dulunya memberikan jarak terdekat. Seiring waktu berjalan, semakin jauh dan asing dari semuanya. Semakin terpisah dan rasanya mustahil untuk bisa berada di posisi yang sama. Tak bisa lagi menghadirkan perasaan yang senada seperti sebelum-sebelumnya.

Semua orang berubah. Berbagai situasi tak sama lagi. Banyak hal yang seakan berjalan begitu cepat. Semua orang bergegas ke berbagai arah. Mencari jalan baru dan meniti perjalanan berbeda. Masing-masing berada pada sisi yang sudah menjadi pilihannya sendiri. Meninggalkan hal-hal yang sudah tak relevan lagi. Tak lagi bersama orang-orang yang dulu pernah membersamai hari-hari. Sementara diri ini masih terjebak pada hal-hal yang stagnan. Masih membeku dalam situasi dan perspektif yang sama. Terdiam dan terheran-heran sendiri dengan betapa cepatnya hari-hari berlalu.

Ada rasa cemas akan merasa tidak mampu atau tidak sanggup menghadapi perubahan dan perbedaan yang mungkin akan terjadi. Namun, juga muncul rasa cemas tidak akan bisa sampai pada titik perubahan itu. Ingin dan tidak ingin. Merasa mampu tapi tidak mampu. Seakan sudah benar-benar siap tapi masih dibayangi rasa was-was. Membuat tebakan-tebakan dan prediksi akan hal-hal yang entah apa mungkin bisa terjadi atau bisa dialami sendiri nantinya. Merancang rencana-rencana hingga membuat alternatif pilihan bila ada hal-hal yang ternyata belum bisa terwujud.

Orang-orang yang tadinya terasa begitu dekat bisa makin berjarak dan menjauh dari waktu ke waktu. Mereka sudah menemukan kebahagiaan-kebahagiaan baru dalam hidupnya. Menjalani perjuangan dan perjalanan baru dalam babak baru hidupnya. Mereka tidak egois, tapi memang semua yang dijalani itu adalah bagian dari hidup mereka. Kita saja yang kadang terlalu menghakimi diri sendiri. Seakan tak bisa bahagia karena tak memiliki perjalanan dan bagian dari pengalaman-pengalaman orang lain.

Mungkin kita sendiri yang sebenarnya masih terlalu takut menghadapi dan menerima perubahan. Kita berlagak semua akan baik-baik saja tapi sebenarnya masih menyimpan rasa ragu. Akankah hidup ke depannya bisa lebih baik? Akankah bisa sampai pada babak-babak baru kehidupan yang selama ini diimpikan dan diharapkan? Atau bakal ada lebih banyak ujian yang harus dihadapi?

Ada malam-malam rasanya sulit untuk memejamkan mata padahal tubuh sudah sangat letih. Ada rasa ingin istirahat tapi perasaan tidak tenang mengusik benak dalam diri. Berkelibat banyak ingatan tentang masa-masa yang pernah dilalui. Harapan-harapan yang dulu pernah digantungkan tapi kenyataan telah membuat semua harapan seakan terhapus. Muncul berbagai macam kenangan yang entah kenapa masih saja melekat dalam ingatan. Ingatan-ingatan yang bila semakin diperbesar justru malah membuat hati terasa begitu sedih. Ternyata masih banyak penyesalan dan rasa bersalah yang belum ditebus. Ternyata masih ada banyak hal yang belum mendapatkan jawaban. Masih ada jawaban-jawaban yang masih tersembunyi dan belum ditemukan hingga saat ini.

Berbagai kabar baru pun menyapa hari demi hari hari. Kabar-kabar baik dan buruk bisa datang silih berganti. Kembali menjadi pengingat tentang hal-hal yang senantiasa berubah dari waktu ke waktu. Dunia terasa berputar makin cepat. Makin banyak hal yang terjadi di luar dugaan. Di luar perkiraan-perkiraan yang pernah terbayangkan.

Menjadi seseorang yang berbeda dari kebanyakan memang tak mudah. Menjadi orang yang tak mengikuti jalan yang sama seperti yang diambil kebanyakan orang nyatanya cukup rumit. Bahkan saat takdir dan kenyataan yang dihadapkan kepada kita berbeda dari kebanyakan orang, sungguh bukan hal yang mudah untuk bertahan dengan berbagai ucapan dan perkataan. Semakin lama rasanya semakin asing dengan hal-hal yang tadinya terasa begitu familier. Semakin menjadi titik kecil yang seakan tak terlihat.

Kita pernah merasa hidup akan lebih baik seiring bertambahnya usia. Sayangnya, kenyataan tak selalu begitu. Semakin bertambah usia rasanya begitu banyak beban baru yang dihimpunkan di pundak kita. Kita dulu merasa akan dikelilingi oleh orang-orang baru yang akan menghadirkan cinta-cinta baru. Kita pernah beranggapan cinta-cinta yang lebih baik dan lebih besar akan menyapa dan melingkupi hari-hari kita. Tapi kini kita sudah berada di masa depan yang dulu kita bayangkan. Kita sudah ada di masa depan yang dulu pernah kita reka-reka. Kita sudah berada di masa depan yang dulu masih hanya ada dalam bayangan belaka. Apa yang dulu kita bayangkan sudah tepat melingkupi kita. Lalu apa yang harus dilakukan lagi?

Kita masih perlu belajar soal menyederhanakan kebahagiaan-kebahagiaan. Entah kenapa kita malah sering membuat situasi makin rumit dan kompleks. Padahal yang semestinya kita lakukan adalah berpikir sederhana. Menyederhanakan banyak hal dan menyadari bahwa segala situasi yang hadir bisa membantu kita untuk senantiasa tumbuh dan makin dewasa.

Jika ada sesuatu yang luput dari tangan kita, ya memang itu belum rezeki kita. Ada hal-hal yang belum bisa kita dapatkan, ya itu tanda kita perlu mengusahakan hal yang lain. Ada satu rencana yang gagal, ya buat rencana baru lagi. Semudah itu sebenarnya. Ya semudah itu cara berpikirnya tapi kadang pikiran kita membuat kita ragu-ragu akan segala sesuatu. Kita terlalu kalut dengan keadaan dan mendramatisasi setiap aspek kehidupan kita.

Ingin berubah, maka harus ada sesuatu yang diubah. Ada kebiasaan-kebiasaan baru yang perlu dibentuk. Perlu ada upaya-upaya baru untuk dioptimalkan. Perubahan dalam hidup bisa terjadi dengan begitu tiba-tiba dan mendesak. Semoga perubahan-perubahan yang akan terjadi kemudian bisa kita hadapi dengan baik. Menghantarkan hidup kita pada kondisi dan keadaan-keadaan yang lebih baik. Tidak merasa sendirian atau meratapi kesepian. Tidak mengukur atau menakar kebahagiaan tapi berusaha untuk membangun kebahagiaan-kebahagiaan baru. Lebih yakin bahwa hidup ini bisa dijalani dengan sebaik-baiknya. Allah selalu ada untuk kita dan bersama kita. Dia yang selalu memandu kita dan Dia pula yang punya skenario terbaik untuk kita.