cr: pexels.com/@tranmautritam

Sebenarnya ini sama sekali di luar dugaan. Sama sekali tak mengira kalau sekitar dua bulan lalu saya mendapat proyek menerjemahkan sebuah drama Jepang bergenre komedi. Karena waktu itu dari judulnya, saya kira temanya percintaan. Meski ya ada cinta-cintanya, tetapi nuansa komedinya lebih kental.

Bagaimana pengalaman menerjemahkan subtitle drama komedi? Pengalamannya cukup unik. Drama yang saya kerjakan adalah drama Jepang. Sudah ada English template-nya, jadi yang saya terjemahkan ke bahasa Indonesia adalah teks bahasa Inggris yang sudah disediakan. Membuat padanan komedi yang pas ke bahasa Indonesia inilah yang paling bikin nyut-nyutan.

Setelah sebelumnya pernah menerjemahkan subtitle drama Korea, begitu dapat kesempatan mengerjakan drama Jepang malah makin semangat. Mengerjakan sesuatu yang baru memang selalu berhasil membuat hari lebih berwarna, meski masih ditemani dengan tambahan hari-hari yang bikin stres, hehe.

Menjaga fokus dan konsentrasi cukup sulit. Di beberapa episode, ada sejumlah adegan yang sangat kocak. Waktu mengerjakannya malah ketawa-ketawa sendiri sampai mengeluarkan air mata (?). Saking menikmatinya, eh sampai lupa kewajiban untuk menerjemahkan subtitle-nya ke bahasa Indonesia. Akhirnya, harus kembali mengumpulkan konsentrasi dan fokus ke jalur yang benar.

Meramu terjemahan untuk menghasilkan kesan yang senada dengan plot ceritanya memang bikin pusing. Menciptakan tawa yang sama dengan bahasa berbeda dari sebuah adegan butuh kepekaan yang tinggi. Menerjemahkan subtitle tidak bisa terlalu harfiah kata per kata. Membuat terjemahan idiomatik yang pas tak hanya butuh kemampuan memahami arti dari setiap kata, tapi juga nuansa dan makna secara keseluruhan.

Terbantu Ekspresi dan Gestur Para Aktor

Saya sangat tertolong dengan ekspresi dan gestur dari para aktor dalam dramanya. Sehingga menciptakan padanan yang pas untuk subtitle-nya bisa terasa lebih ringan. Sepertinya ini salah satu hal yang menyenangkan dari menjadi penerjemah subtile, yaitu sangat terbantu dengan bahasa tubuh dan ekspresi yang ditampilkan para aktor sehingga dapat menciptakan nuansa yang pas dalam terjemahan subtitle yang kita buat.

Menerjemahkan Tawa Tak Selalu Mudah

Menerjemahkan lelucon dan komedi memang tidak mudah. Pasti kita pun pernah merasakanya sendiri. Ada tayangan yang lebih lucu dipahami dengan bahasa aslinya daripada bahasa terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia. Ya, hal ini memang tak bisa dihindari.

Pengalaman menerjemahkan subtitle drama bergenre komedi jadi pengalaman yang memberi kesan tersendiri. Ke depannya, saya masih berharap bisa mendapat proyek baru dengan drama-drama menarik lainnya.