Skip to content

Pemahaman

cr: pexels.com/@evie-shaffer-1259279

Tidak setiap waktu bisa memahami isi pikiran orang lain. Bahkan pada sosok yang sudah dikenal puluhan tahun pun, ada hal-hal dalam benaknya yang tidak bisa dipahami sepenuhnya. Tapi, jangankan memahami orang lain, memahami diri sendiri pun kadang belum bisa.

Beberapa waktu lalu saya menonton ulang drama Korea Prison Playbook. Meski sudah pernah menontonnya tetap saja sangat menikmati alur ceritanya. Satu hal yang saya garis bawahi dari karakter-karakter dalam drama itu adalah tentang betapa kita sering salah memahami dan sering salah menilai seseorang. Yang kita pahami dari diri seseorang bisa jauh dari kenyataan yang ada dalam kehidupan orang itu. Dari hal yang kita lihat dari mata dan coba kita pahami dari nalar kita, ada hal-hal yang kadang masih luput untuk kita mengerti.

Memahami seseorang dengan sempurna, rasanya itu mustahil terjadi. Seseorang yang kita anggap sudah sangat memahami kita bisa saja pada suatu waktu menghadirkan kekecewaan terbesar dalam hidup kita. Seseorang yang kita anggap sangat baik bisa saja menyimpan hal yang tak kita sukai di dalam hatinya. Tak pernah bisa melihat seseorang dan memahaminya dari berbagai dimensi. Kadang yang kita lihat hanya satu dimensi saja. Tapi tak apa. Kita pun memiliki keterbatasan.

Banyak hal yang masih belum bisa saya pahami sepenuhnya di hidup ini. Bahkan pada sepanjang tahun ini, ada hal-hal yang masih terus menghadirkan pertanyaan di kepala. Kenapa begini? Kenapa begitu? Rasanya benak ini pun dipenuhi rasa tergesa-gesa untuk menemukan semua jawabannya. Sampai kemudian merasa bahwa tak semua hal harus ditemukan jawabannya pada saat itu juga. Tak semua hal bisa dipahami dan dimengerti pada detik yang sama. Memang rasanya tidak menyenangkan, tapi tak apa. Selama sudah mencoba dan berusaha melakukan yang terbaik, maka tak apa.

Tidak semua hal dalam kendali kita. Tidak semua hal bisa dipahami dengan sempurna. Kehidupan memang seperti ini. Kita hanya perlu menemukan kepingan-kepingan makna baru dari setiap hal yang kita alami.

Published inJOURNAL

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *