Patjar Merah Malang di eks Bioskop Kelud.

Eks Bioskop Kelud itu di mana? Itu pertanyaan yang pertama kali muncul begitu tahu Patjar Merah hadir di Malang. Selama ini biasanya bazar buku di Malang diadakan di Aula Skodam. Baru kali ini saya tahu ada festival literasi yang diadakan di eks Bioskop Kelud. Saya sendiri sangat antusias dengan hadirnya Patjar Merah ini. Sudah cukup lama tidak merasa begitu semangat menyambut hadirnya buku-buku diskon, hehe.

Saya datang pada hari Minggu, 28 Juli 2019. Sekitar pukul 10 pagi saya tiba di sana. Di pintu masuk, tas harus dititipkan. Tidak boleh membawa makanan dan minuman. Tidak boleh merokok. Tidak ada kantong plastik untuk belanja. Selama berbelanja, kita bisa menggunakan tote bag yang disediakan atau keranjang belanja.

Tas belanja.

Tidak ada rencana khusus mau mencari buku apa selama di Patjar Merah. Setelah berkeliling dari satu tumpukan buku ke tumpukan berikutnya, saya akhirnya mengantongi beberapa novel Rp10 ribuan. Nggak terlalu kalap belanja soalnya selalu inget rak buku di rumah sudah kelebihan muatan. Tempat untuk menaruh buku tambahan sudah makin terbatas. Nanti deh ya kalau punya rumah sendiri yang lebih gede bakal nambah lebih banyak rak buku untuk menimbun lebih banyak buku, eh?

Borong semuanya.

Senang rasanya bisa merasakan lagi kegembiraan di antara buku-buku. Dulu sewaktu kuliah saya selalu menyempatkan waktu belanja buku tiap kali ada bazar buku. Dengan menyisihkan sebagian uang beasiswa kala itu, saya bisa cukup memuaskan hasrat memborong buku. Maklum, dulu waktu kecil saya tak memiliki kemewahan untuk membeli buku-buku cerita yang saya inginkan. Untuk beli majalah Bobo pun dulu perlu nabung Rp500 tiap harinya. Begitu akhirnya agak gedean dikit dan sudah megang uang sendiri, saya kadang terlalu bernafsu belanja buku. Tapi sekarang udah nggak sekalap waktu kuliah dulu lagi kalau memborong buku. Saat ini, sudah (agak) mampu mengendalikan diri memilih dan memilah buku yang benar-benar perlu dibaca.

Mau foto dulu?

Konsep Patjar Merah ini menarik. Bangunan tua disulap jadi tempat bersenang-senang dengan buku. Banyak buku murah yang siap diborong. Ada banyak narasumber yang dihadirkan selama festival berlangsung. Saya mengikuti salah satu lokakarya yang diadakan hari Minggu itu. Alasan ikut lokakaryanya karena hanya hari itu saya bisa punya waktu untuk bisa seharian di Patjar Merah, jadi sekalian saja mendaftar untuk ikut lokakaryanya.

Ikut kelasnya Paman Yusi.

Mengantongi beberapa novel bagus yang murah dan mendapat ilmu baru dari lokakarya, pulang dari Patjar Merah jadi bahagia sendiri. Jalan-jalan sendiri, belanja buku sendiri, nyempil ikut lokakarya sendiri, jadinya bahagia sendiri, hoho. Kalau Patjar Merah kembali hadir di Malang, wajib banget datang lagi nih.

Patjar Merah di eks Bioskop Kelud Malang.

Selama toko buku ada, selama itu pustaka bisa dibentuk kembali. Kalau perlu dan memang perlu, pakaian dan makanan dikurangi.

tan malaka