cr: pexels.com/@daniel-mingook-kim-1490165

Masih ingat masa-masa punya mimpi yang begitu tinggi. Sangat menggebu-gebu mewujudkannya bahkan sudah membuat berbagai skenario jika mimpi itu terwujud. Berbagai rencana dan upaya dilakukan. Sampai kemudian pada satu titik perlahan-lahan mimpi itu bukan lagi mimpi, melainkan keinginan yang tampaknya sudah tak perlu diperjuangkan. Dalam hidup, kadang kita harus menghadapi kenyataan akan keinginan dan impian yang tak bisa menjadi nyata sesuai dengan rencana yang sudah kita rancang di dalam benak kita.

Jelas ada perasaan sedih dan menyesal dengan impian yang belum terwujud. Bahkan mungkin dengan berat hari harus melepas mimpi tersebut untuk tak lagi diperjuangkan. Kenapa? Sebab ada prioritas-prioritas baru yang perlu diperhatikan. Ada hal-hal baru yang membutuhkan lebih banyak perhatian. Seiring waktu berjalan dan usia yang terus bertambah, ada pergeseran-pergesaran dalam hidup yang harus dilakukan. Tidak mudah tapi itu perlu dilakukan.

Ketika menapak tanah, lalu melihat ke angkasa kadang muncul rasa menyesal. Melihat banyak impian orang lain yang berhasil mengangkasa dan membumbung jauh tinggi menembus awan kadang memunculkan perasaan sedih. Sedih karena belum bisa berada pada titik yang tinggi itu. Sedih dengan diri sendiri karena tak benar-benar berusaha maksimal untuk bisa terbang ke langit yang sama. Menyesal karena telah melewatkan banyak hal penting dalam hidup.

Bohong rasanya jika mengatakan hidup ini tak memiliki penyesalan. Tentu saja ada hal-hal yang disesalkan, tapi kalau terlalu lama tenggelam dan berkubang dalam rasa sesal itu nantinya juga akan percuma. Cukuplah yang berlalu jadi pelajaran hidup. Biar saja semua yang berlalu tetap menjadi bagian dari perjalanan hidup. Jalan kehidupan masing-masing orang jelas berbeda satu sama lain. Itu kenyataan yang harus diterima, suka atau tidak suka.

Berbagai luka dan rasa sakit yang pernah dirasakan cukuplah jadi pengingat bahwa hidup tak ubahnya sebuah perjalanan. Perjalanan yang dihiasi berbagai rintangan. Mungkin saat ini memang sebaiknya melepaskan saja hal-hal yang sudah berlalu. Tak lagi terlalu erat memegangi impian yang sudah waktunya dilepaskan. Tak lagi menahan sesuatu yang sedari awal memang sudah harus diterbangkan. Sehingga bisa lebih fokus untuk merancang rencana baru. Melambungkan harapan-harapan yang lebih baik.

Saat meninggalkan sesuatu, maka perlu menyongsong hal baru. Saat harus berhenti pada sebuah belokan, maka harus menempuh jalan yang berbeda. Yang penting tidak hanya diam begitu saja. Tidak putus asa dan tidak menyerah pada keadaan. Lagipula, hidup akan terus menghadirkan berbagai kejutan bagi kita. Sang Maha Besar senantiasa memberikan panduan terbaik-Nya untuk kita. Dia akan selalu memandu dan menolong kita di mana pun kita berada.

Saatnya untuk membuat harapan baru. Memperjuangkan impian baru. Membuat hidup lebih berwarna dan jauh lebih bermakna.