cr: pexels.com/@bongkarn-thanyakij-683719

Bagi saya pribadi, musuh terbesar saat menulis adalah rasa lelah. Ketika menulis menjadi sebuah pekerjaan maka ada tanggung jawab yang harus dipenuhi. Saat ada tenggat dari klien misalnya, maka harus benar-benar profesional untuk memenuhinya. Ketika ada target untuk membuat beberapa tulisan untuk sebuah media, maka harus mengondisikan diri untuk bisa menyelesaikan tepat waktu. Namanya bekerja, pasti kadang muncul rasa lelah. Apalagi bila tidak diimbangi dengan rutinitas atau kebiasaan hidup yang seimbang, maka kadang tubuh rasanya sudah rontok duluan saat sudah kelelahan.

Ketika masih harus menulis tapi tubuh sedang lelah, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Tentu saja cara terbaiknya adalah istirahat. Perlu istirahat lebih dahulu untuk bisa kembali menulis. Istirahat pun bisa dilakukan dengan beberapa cara.

1. Tidur

Ini tak perlu diragukan lagi. Tidur menjadi cara terampuh untuk atasi rasa lelah. Tapi kalau bekerjanya di kantor, rasanya sulit untuk curi waktu tidur. Kalau tidak bisa tidur, setidaknya meluangkan beberapa waktu ke tempat yang tenang untuk sekadar memejamkan mata.

2. Menggerakkan Tubuh

Rasa lelah bisa juga disebabkan karena kurang gerak. Saat sudah terlalu lama duduk di depan laptop, maka rasa lelah bisa hadir. Kalau sudah begini, perlu menggerakkan tubuh. Entah itu dengan jalan-jalan sejenak. Sekadar meregangkan otot-otot tubuh. Bisa juga dengan keluar ruangan dan mencari udara segar sambil jalan-jalan santai.

3. Minum Kopi

Ketika penyebab rasa lelah itu adalah karena kurang tidur, maka minum kopi bisa jadi salah satu solusinya. Kalau tak terbiasa minum kopi, bisa dengan minum teh atau sekadar menikmati minuman hangat yang membuat tubuh lebih nyaman. Saat sudah merasa lebih terjaga, maka menulis bisa kembali lancar.

4. Cari Hiburan

Kadang rasa lelahnya bukan karena lelah fisik, tapi lelah pikiran. Hehe. Dengan kata lain sedang suntuk atau bosan. Kalau sudah begini, biasanya yang perlu dilakukan adalah cari hiburan. Entah dengan baca buku, nonton film, nonton serial, atau menghabiskan waktu berjam-jam nonton video di YouTube. Sekadar bengong sambil lihat orang jalan lalu lalang pun bisa jadi hiburan tersendiri. Kalau pikiran sudah terasa jernih, maka menulis dan bekerja bisa lanjut lagi.

Kira-kira seperti itu yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa lelah. Satu lagi hal penting yang perlu diperhatikan adalah toleransi diri. Tak perlu memaksakan diri menerima semua pekerjaan kalau yang sebenarnya sedang dibutuhkan adalah banyak istirahat.