cr: imdb

Women, they have minds and they have souls as well as just hearts. And they’ve got ambition and they’ve got talent as well as just beauty, and I’m so sick of people saying that love is just all a woman is fit for. I’m so sick of it! But… I am so lonely.

jo march

Jo March mengingat kembali hidupnya mulai dari masa lalu hingga masa kini. Jo tinggal di New York dan mencari nafkah sebagai penulis. Kakaknya, Meg sudah menikah dengan seorang guru sekolah. Dua adiknya yang lain, Amy belajar melukis di Paris dan Beth yang sakit tetap tinggal bersama sang ibu. Film Little Women mengisahkan kehidupan empat saudara perempuan dengan pilihan mereka masing-masing.

Menonton film ini memberi kesan hangat tersendiri. Masing-masing dari keempat kakak beradik ini memiliki pilihan hidupnya sendiri. Tentu saja yang paling menonjol adalah sosok Jo. Jo yang begitu ambisius dan kadang keras kepala membuatnya menjadi perempuan yang tak segan untuk membuat pilihan-pilihannya sendiri.

Meg yang memilih untuk mewujudkan impiannya untuk menikah dan membangun keluarga sendiri. Amy yang kadang seperti ingin menang sendiri punya hati yang juga sangat merindukan cinta yang hangat dan sejati dalam hidupnya. Serta, Beth yang pemalu tapi sangat pintar bermain piano.

“I’m just a woman. And as a woman, I have no way to make money, not enough to earn a living and support my family. Even if I had my own money, which I don’t, it would belong to my husband the minute we were married. If we had children they would belong to him, not me. They would be his property. So don’t sit there and tell me that marriage isn’t an economic proposition, because it is.”

Amy March

Topik mengenai pernikahan pastinya tak luput dari alur cerita film ini. Pemahaman dan pandangan soal pernikahan yang berbeda satu sama lain. Memilih untuk menikah atau tidak menikah. Keinginan untuk bisa mencintai dan dicintai. Sebagian besar perempuan ingin mendapatkan akhir cerita yang bahagia dengan pernikahan. Namun, bagaimana jika seorang perempuan secara sadar masih ingin mewujudkan hal lain sehingga tak mau buru-buru menikah? Dunia ini memang tidak mudah ditaklukkan oleh para perempuan ambisius.

“The world is hard on ambitious girls.’

amy march

Hubungan kakak adik beserta konflik dan perjalanannya juga begitu menyentuh. Kakak adik pada akhirnya adalah individu berbeda yang membuat keputusan dan pilihan hidup sendiri. Punya mimpi-mimpi sendiri yang ingin diwujudkan. Yang diinginkan seorang kakak bisa berbeda dari yang diharapkan adik. Yang diinginkan adik pun bisa saja bertentangan dengan yang diharapkan kakak.

“Just because my dreams are different than yours doesn’t make them unimportant.”

meg march

Saya tak pernah bisa membayangkan bagaimana hidup dengan kakak atau adik perempuan. Mungkin akan menyenangkan karena bisa saling curhat, bertukar gaun, atau menggosip bersama. Saling menguatkan diri dari hati ke hati sebagai perempuan.

Sosok Laurie di film ini juga menggemaskan. Agak menjengkelkan juga sih, tapi dia menggambarkan sosok teman yang menyenangkan. Lalu, sosok Aunt March yang memiliki karismanya sendiri. Tidak menikah sepanjang hidupnya tapi memiliki harta yang melimpah dan hidup serba berkecukupan. Walau sepintas tampak kurang menyenangkan, Aunt March tetap sayang dengan keponakan-keponakannya.

Ada momen yang begitu mengharukan dan membuat air mata meleleh. Membuat saya bercermin dengan situasi dan masalah yang ada bersama saudara sendiri. Ada saat-saat yang tak bisa terlupakan dari masa-masa yang kita habiskan bersama saudara kandung. Namun, ada saatnya juga pada akhirnya masing-masing akan memilih jalan sendiri. Mewujudkan hidup yang diimpikan dan membuat pilihan-pilihan yang berbeda.

“Life is too short to be angry at one’s sisters.”

jo march