cr: pexels.com/@monstera

Tidak semua dari kita bisa sempurna mencapai keutuhan. Sebagian ada yang gagal membangun ikatan tertentu sehingga tak bisa menciptakan keutuhan yang diinginkan. Sebagian orang ada harus menerima ketidakutuhan tertentu karena ikatan-ikatan yang terlepas. Setiap kali membicarakan keutuhan, tak lepas dari yang namanya keterikatan.

Belum utuh saat belum terikat pada kampus yang bonafide. Belum utuh karena tidak bisa terikat pada perusahaan besar. Belum utuh jika belum bisa mendapat nominal penghasilan tertentu. Belum utuh karena tidak mempunyai ikatan yang sama dengan yang dimiliki orang lain. Belum benar-benar utuh saat belum bisa merajut ikatan-ikatan yang diinginkan.

Menjadi seseorang yang utuh memang kadang cukup rumit. Sebab definisi keutuhan itu sendiri pun bisa berbeda pada setiap orang. Sudut pandang terhadap keutuhan itu sendiri bisa sangat bervariasi. Apa yang dari luar tampak utuh, bisa saja sangat rapuh. Ada pula yang kelihatannya tidak sempurna tapi sebenarnya di dalamnya ada keutuhan yang kuat. Tinggal menentukan keutuhan seperti apa yang kita lihat dan kita inginkan.

Untuk bisa mencapai sebuah keutuhan, ada ikatan-ikatan yang harus terjalin. Dengan kata lain, saat belum bisa membangun ikatan-ikatan maka sulit untuk mendapatkan keutuhan yang diharapkan. Tapi apakah hidup harus selalu mencapai keutuhan? Bagaimana jika merasa baik-baik saja meski belum utuh? Bagaimana jika masih merasa baik-baik saja meski tak memiliki sejumlah ikatan? Mungkin ada definisi keutuhan berbeda yang bisa diterima.

Mungkin keutuhan bisa juga diartikan sebagai kecukupan. Sudah merasa cukup dengan segala yang ada, maka rasanya sudah bisa menjadi pribadi yang utuh. Masih bisa mensyukuri semua yang sudah dimiliki, ada keutuhan sendiri yang bisa dibangun dalam diri. Bisa menghadirkan perasaan utuh pun menjadi pencapaian tersendiri.

Manusia berusaha maksimal untuk melakukan segala sesuatu. Biar Tuhan yang kemudian menyempurnakan semuanya. Manusia punya kewajiban dan kebutuhan untuk memperjuangkan sesuatu dengan sebaik-baiknya. Nanti biar Tuhan yang membantu membuatnya utuh. Bangun ikatan-ikatan yang lebih kuat dengan Sang Pemilik Semesta agar segala yang kita punya di dunia bisa utuh dengan izin-Nya.