cr: pexels.com/@minan1398

Namanya kerja, pasti ada saat-saat yang bikin kita stres tidak karuan. Koneksi internet yang nggak stabil. Revisi dan koreksi yang lebih dari sekali. Tenggat waktu yang semakin dekat. Terpengaruh stres rekan kerja lain juga tak terkecuali. Bila momen penuh tekanan dan stres ini melanda, hal penting yang perlu kita lakukan adalah mengondisikan diri sendiri. Masak iya mau ikut-ikutan banting mouse atau gebrak meja hanya karena melihat rekan kerja lain melakukannya? Masak iya mau langsung banting laptop saat koneksi internet lemot? Laptop mahal dibanting, kan sayang.

Menjaga profesionalisme kerja memang butuh upaya. Paling menyenangkan bila punya rekan kerja yang selalu suportif. Setidaknya selalu menebarkan kalimat-kalimat positif dalam surel yang dikirim ke sesama kolega supaya bisa tetap semangat kerja. Kata-kata seperti ini pernah saya terima via surel mengenai koordinasi pekerjaan dari “atasan-beda-benua”. Sederhana saja tapi bisa memberi semangat tersendiri.

  • As always, we deeply appreciate all your hard work and the collective efforts…
  • Thank you all for your hard work and awesome professionalism.
  • Keep up the great work!
  • Thanks again for all your hard work!
  • Thank you for all of your amazing work!

Mungkin tak ada yang terlalu istimewa dari satu atau dua kalimat penyemangat. Siapa saja bisa membuatnya, tapi tetap saja ketika mendapatkannya dan membacanya sendiri rasanya kita akan merasa dihargai. Terlebih di tengah situasi kepala yang lagi pusing karena pekerjaan ini dan itu. Selalu ada perasaan menggembirakan membaca kalimat-kalimat positif itu. Kita merasa kerja keras kita dihargai. Walaupun masih ada yang harus diperbaiki dan dikoreksi, setidaknya masih punya tujuan sama yang perlu diusahakan untuk dicapai bersama.

Menjaga mood kerja sangatlah penting, apalagi bila bidang pekerjaan yang dilakoni ada di ranah yang butuh kreativitas dan tingkat konsentrasi tinggi. Kalau sistematika pekerjaan diarahkan seperti robot, semacam, “Kamu hari ini kudu melakukan sekian ini,” atau, “Hari ini harus membuat ini dan itu,” rasanya kurang semangat untuk bekerja. Berbeda bila dalam sistematika tersebut terselip ungkapan untuk bisa berkembang menjadi lebih baik bersama-sama, rasanya seberat apa pun pekerjaannya bisa dikerjakan dengan baik. Hm, ya mungkin hal-hal semacam ini bisa diintrepetasikan berbeda pada tiap orang tergantung dari gaya bekerja dan bidang yang dilakoni.

‘Cause I’ve been wondering
When you gonna see I’m not for sale
I’ve been questioning
When you gonna see I’m not a part of your machine
Not a part of your machine
I am the machine

machine, imagine dragons

Kita manusia, bukan mesin. Wajar memang kalau pada saat tertentu kita marah-marah saat bekerja karena hal yang kurang menyenangkan yang terjadi. Meski begitu, ya marah dan kesal secukupnya saja. Kita manusia, punya kemampuan untuk mengendalikan diri juga, bukan?

Untuk menjaga emosi dan suasana hati tetap positif dalam sebuah lingkungan kerja, berbagi ungkapan positif bisa jadi satu hal sederhana yang bisa dilakukan. Mencapai kondisi ideal untuk selalu bekerja dengan wajah tersenyum mungkin tidak mudah. Namun, kita masih bisa setidaknya saling mengingatkan tujuan bersama yang ingin dicapai bersama. Saling memotivasi biar kerjanya sama-sama nyaman dan bukan merasa sebagai orang yang paling penting sendiri.

Jadi ingat, beberapa bulan lalu mendapat laporan koreksi atas sebuah pekerjaan. Bisa dibilang saat itu laporannya kurang bagus dan masih banyak yang harus saya benahi. Sempat down, tapi kemudian ketika mendapat balasan dengan selipan kalimat, “So, please do not be discouraged by it,” rasanya muncul cahaya baru di lorong gelap, hoho. Setidaknya dari situ bisa lebih mudah untuk kembali bersemangat memperbaiki kualitas pekerjaan jadi lebih baik lagi ke depannya.

Kalau memang butuh marah-marah sejenak di sela-sela kesibukan kerja, mungkin perlu melipir dulu. Menjauh ke tempat yang lebih aman. Jangan sampai mood buruk kita memengaruhi mood rekan kerja yang lain, kalau bekerjanya di dalam ruangan dengan banyak orang. Kalau bekerja di rumah, mungkin bisa ambil jeda dan istirahat dulu.