Skip to content

Kejutan

cr: pexels.com/@nida-5079840

Pagi tadi jam 6 kaget ada seorang ibu yang mengetuk pintu rumah. Kenapa kaget? Karena pada jam itu saya masih belum bangun tidur, hehe. Tapi sebenarnya yang bikin lebih kaget bukan itu.

Kagetnya karena si ibu itu mengetuk pintu dan kaca jendela kenceng banget. Seperti diburu-buru sesuatu. Nggak hanya itu, dia juga mencoba membuka pintu rumah, dioglek-oglek dengan emosi.

Saya yang baru mengumpulkan nyawa langsung bingung. Ini siapa sih datang pagi-pagi? Nggak ada janji dengan siapa-siapa dan juga lagi nggak nunggu paket dari siapa-siapa.

Tadinya mau saya biarkan saja, tapi kok kesel juga ibu ini ngoglek-oglek pegangan pintu rumah. Kesannya mau nerobos masuk. Akhirnya, saya buka juga pintunya.

Dan, si ibu ini bawa sebuket bunga mawar. Hm… .

Saya awalnya cuma bengong. Ini si ibu siapa ya? Nggak kenal sama sekali, dan si ibu ini pun nggak basa-basi nyari siapa atau mau ketemu siapa.

“Dari Mas Adi,” begitu katanya, dan tampak terburu-buru.

Rupanya si ibu ini mengantarkan pesanan sebuket bunga mawar. Saya yang nggak kenal si ibu, terlebih siapa Mas Adi ini, makin bingung.

“Mau dikirimkan ke siapa?” tanya saya.

Bukannya menjawab pertanyaan saya, si ibu malah bingung membuka WA di ponselnya. Dia menunjukkan profil WA si Mas Adi. “Saya nggak kenal,” jawab saya yang makin bingung.

Si ibu tampak gelisah sendiri, bahkan sempat mengomeli suaminya yang sedang menunggu di sepeda motor.

“Dikirimkan ke siapa?” tanya saya lagi karena saya merasa ibu ini salah alamat.

Kan kalau tahu nama penerimanya, saya bisa lebih memastikan kalau dia salah orang.

Lalu, dia membuka pesan di WA. Scrolling isi pesan dari si Mas Adi. Masih ngeyel dengan alamat yang dimaksud sudah benar. Iya sih alamat yang ditunjukkan memang alamat rumah saya, tapi saya nggak sedang menantikan apa-apa, apalagi sebuket bunga.

Akhirnya, ditemukanlah nama penerima buket bunga itu. Penerimanya adalah mbak-mbak tetangga saya. Si ibu itu pun langsung menelepon si penerima yang rumahnya ada di seberang rumah saya. Tuh kan, salah alamat.

Berakhir dengan permintaan maaf dan senyum (setengah hati saya), akhirnya si ibu menuju rumah si penerima yang dimaksud.

Mbok yo dari tadi ditelepon saja si penerimanya, tanpa perlu mengetuk pintu rumah sambil berusaha membuka pintunya.

Yang tadinya saya berencana ingin tidur lebih lama, akhirnya terpaksa melek juga, hehe. Sungguh awal hari yang mengejutkan.

Kemudian, diri ini membatin, “Wah, jadi pagi ini ada yang baru dapat kejutan bunga mawar, ya. Hm… hm… hm… .”Uwwww~

Sepertinya yang menerima kejutan bunga mawar itu akan bahagia sekali. Kejutan manis di awal hari, pagi-pagi. Entah itu kejutan untuk kado ulang tahun, wisuda, atau sekadar gestur romantis, hehe tak tahu. Lalu, saya teringat soal Bahasa Cinta.

Seingat saya Bahasa Cinta ini meliputi lima hal, salah satunya adalah kejutan atau hadiah. Ada yang merasa dirinya dicintai ketika mendapat hadiah atau kejutan. Dengan kata lain, dirinya merasa paling bahagia saat orang yang dicintainya memberikan kejutan atau hadiah sebagai bentuk cinta atau bukti kasih sayangnya.

Namun, terlepas dari Bahasa Cinta, siapa pun sepertinya akan bahagia kalau diberi kejutan manis. Kejutan yang dibuat untuk menyenangkan seseorang memang istimewa. Orang yang mendapat kejutan pun pasti akan merasa bahagia dan merasa diperhatikan. Saya pun pasti akan seneng-seneng aja kalau ada yang ngasih kejutan, ya tinggal ada yang mau nggak nih ngasih kejutannya, hehe.

Btw, meski si ibu yang mengantar buket mawar tadi ngeselin, tapi bunganya cantik. Oke, saya mau menanam bunganya sendiri saja (lah?)

Published inCLARITY

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *