cr: pexels.com/@mooncrescent

My Unfamiliar Family menjadi salah satu drama Korea baru yang paling berkesan untuk saya sepanjang tahun ini. Selain karena alur ceritanya yang banyak mengandung plot twist dan “bawang”, mungkin juga karena saya menontonnya pada saat saya sendiri mengalami sesuatu yang cukup emosional tahun ini. Ada hal-hal yang digambarkan dalam drama itu yang membuat saya mudah bercucuran air mata. Banyak adegan yang membuat emosi diaduk-aduk tak karuan. Kalau sudah membahas sebuah drama Korea favorit, rasanya ada banyak pengalaman berkesan sendiri. Menonton drama Korea sudah jadi hobi (atau sudah bisa disebut sebagai rutinitas?) dalam keseharian saya. Apalagi sejak WFH, maka untuk berdamai dengan rasa bosan akhirnya makin menonton banyak drama Korea.

Menonton drama agar hidup tidak drama. Mungkin itu yang menjadi “pegangan” saya beberapa waktu belakangan ini. Kalau dulu mungkin saya mudah dibuat baper dengan adegan-adegan romantis yang tidak realistis, kini saya merasa lebih rasional. Ha! Saya menyadari betul bahwa tidak semua yang digambarkan dalam sebuah karya fiksi bisa kejadian beneran di dunia nyata. Khususnya untuk drama yang bergenre komedi romantis, wis sudah jangan berharap segala sesuatunya akan berakhir dengan kehadiran sosok tampan untuk jadi malaikat penolong. Tapi setidaknya dengan menontonnya di drama, saya jadi punya gambaran, “Oh, oke. Berarti adegan yang seperti itu hanya ada di drama. Jangan harap bakal kejadian beneran di dunia nyata. Jadi, sudah terima saja ‘realita’ itu. Itu cuma ada di drama. Jadi jangan membuat hidup jadi ‘drama’ karena mengharapkan sesuatu yang mustahil terjadi.”

Dulu setiap kali menonton drama Korea yang bagus, saya langsung kagum dengan para pemainnya. Kini, saya lebih sering mencari tahu soal siapa penulis skenarionya. Sering terheran-heran bagaimana penulisnya bisa mendapatkan ide menulis yang seperti itu. Selalu kagum dengan ide-ide yang sepertinya tidak ada habisnya dari para penulis. Pastinya ada kebahagiaan tersendiri saat karya yang ditulis diwujudkan dalam sebuah drama.

Meski menggandrungi drama Korea, saya selalu berusaha untuk tidak terlalu berlebihan dalam menggemari segalanya. Bahkan saya kadang tidak tahu nama-nama asli dari para aktor yang bermain di drama favorit saya. Tidak sampai “tergila-gila” pada sosok tertentu. Sebatas penggemar dan penikmat karya saja.

Menonton drama bisa menghadirkan dunia baru. Menghabiskan waktu berjam-jam tenggelam dalam sebuah jalinan cerita seakan membawa saya ke dimensi berbeda. Bisa merasakan berbagai macam emosi. Bahkan bisa menjadikannya sebagai “pelampiasan”. Seperti ketika sedang sedih akan sesuatu, tinggal nonton drama yang sedih supaya bisa menangis sampai puas dan hati terasa lebih lega. Ketika sedang ingin melepas stres, menonton drama thriller pun bisa jadi pelarian tersendiri. Saat hidup terasa rumit, tinggal menonton drama cerita detektif atau time traveling biar makin pusing, hehe.

Dunia-dunia yang disuguhkan dalam berbagai drama menghadirkan dimensi warna baru yang selalu menarik untuk diikuti. Menonton drama biar hidup nggak drama. Jadi, drama apa yang sedang ditonton dan diikuti sekarang?