Skip to content

Dimensi

cr: pexels.com/@ben-mack

Tahun ini jelas bukan tahun yang mudah. Rasanya masalah datang silih berganti. Bahkan sebuah persoalan bisa berkepanjangan di luar dugaan. Sebuah luka bisa terasa begitu lama untuk sembuh, meski sudah berulang kali dibasuh. Sesuatu bisa terjadi lebih buruk dari kemungkinan terburuk yang pernah terpikirkan. Ada banyak dimensi yang di luar genggaman. Ada dimensi-dimensi yang di luar kuasa diri.

Dulu mungkin menganggap hari-hari biasa sebagai hari yang membosankan. Hari yang berjalan biasa tanpa ada kejutan-kejutan mungkin dianggap sebagai hal yang tak menyenangkan. Saya pun dulu kerap berpikir begitu. Sampai kemudian ketika harus dirawat di rumah sakit dan berbaring menatap langit-langit kamar di rumah sakit, saya merasa telah begitu bodoh pernah “mengutuk” hari-hari biasa. Pada titik itu saya merasa tidak semestinya saya menjalani hari tanpa bersyukur.

Dulu pernah menganggap kondisi yang ada di orang-orang terdekat tak ada yang istimewa, sehingga terasa begitu menjemukan. Sampai sesuatu terjadi dan membuat segalanya terasa begitu menyesakkan. Tak pernah terbayangkan memulihkan diri bisa terasa sesulit ini. Berdamai dengan semua yang ada terasa begitu rumit seperti ini. Tak pernah terbayangkan akan ada air mata yang mengalir berkepanjangan. Sungguh menakutkan rasanya membayangkan diri ini sebagai sosok yang paling jahat sekaligus yang membuat banyak pihak merasa kasihan. Semakin lama rasanya semakin lelah menghadapi segalanya seorang diri. Seiring dengan hal-hal yang terjadi selama beberapa bulan belakangan, saya menyadari pentingnya mensyukuri semua yang pernah dimiliki. Pentingnya untuk tetap menjaga baik kenangan-kenangan yang pernah ada, serta mensyukurinya.

Dulu saya pernah berpikir akan menyenangkan jika hari-hari dilalui tanpa melakukan apa-apa. Lelah rasanya jika harus selalu menghadapi berbagai tenggat pekerjaan. Capek jika terus bekerja dari waktu ke waktu. Akan tetapi pada kenyataannya tidak melakukan sesuatu yang bermakna malah menghadirkan perasaan yang tidak nyaman.

Ada dimensi-dimensi dalam kehidupan yang memang sulit untuk dicerna oleh logika. Sejumlah hal tak bisa kita kendalikan atau perbaiki begitu saja. Ada kalanya kita hanya perlu menerima semua yang ada. Masalah bisa datang berturut-turut di luar kendali diri. Persoalan bisa datang bersamaan tanpa pernah kita duga sebelumnya. Tidak semua hal dalam kendali diri.

Tahun ini jelas bukan tahun yang mudah. Sudah sepuluh bulan berjalan dan rasanya hanya ada kelabu yang mewarnai sepanjang tahun ini. Kadang ada fase rasanya sulit membedakan mana realita dan mana yang hanya rekaan di kepala. Sungguh absurd rasanya melewati sejumlah hal hingga detik ini. Begitu aneh rasanya mengalami kejadian-kejadian yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Sungguh sedih rasanya mengetahui sosok yang pernah dianggap begitu dekat ternyata bisa membuat segala keputusan seorang diri dengan mudahnya, tapi jadi kembali menyadarkan bahwa pada akhirnya tiap individu punya jalan pikirnya sendiri. Tiap orang selalu punya pilihan dan keputusan sendiri atas hidupnya. Kita tak selalu bisa menembus dimensi di balik bayangan seseorang. Ada dimensi yang tak bisa kita masuki dari diri seseorang, seberapa dekat pun seseorang itu dengan kita.

Tidak semua rencana berjalan sesuai dengan keinginan. Rasa bahagia dan sedih bisa bertukar-tukar di momen-momen yang tak terduga. Air mata, senyum, dan tawa bisa menyapa pada berbagai keadaan, bahkan bisa hadir dalam satu waktu sekaligus. Tidak semua harapan bisa berjalan terwujud dengan mudah. Banyak hal yang masih menjadi misteri di depan mata. Manusia tidak bisa menembus dimensi-dimensi milik Sang Maha Pencipta. Tidak semua ada dalam kendali kita. Kadang kita hanya perlu menerima dan berdoa untuk lebih dilapangkan hati ini dan dikuatkan diri ini menghadapi semuanya.

Tahun ini jelas bukan tahun yang mudah. Meski begitu, selama kita masih bisa melangkah maka itu sudah menjadi kebaikan tersendiri. Semoga Sang Penggenggam Jiwa selalu menuntun kita dengan jalan terbaik dari-Nya melewati dimensi-dimensi kehidupan yang masih menjadi misteri untuk kita.

Published inCLARITY

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *