Passionately in Love with Magical Words

Category: MY JOURNAL Page 2 of 9

Fokus

cr: pexels.com

Tadinya punya rencana bakal rutin ngeblog setiap hari selama bulan Ramadan. Tapi ya rencana tinggal rencana. Kenyataannya baru nulis lagi di blog saat libur. Yang jelas bulan Ramadan kali ini sangat berbeda dari Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Selama sebulan ini pula saya masih menjalani work from home akibat pandemi covid-19. Selama sebulan ini pula saya sahur sendirian karena tinggal di rumah sendiri, meski setiap berbuka puasa alhamdulillah masih bersama ibuk dan bapak. Hari-hari dan rutinitas belakangan ini hanya di rumah saja. Menghabiskan banyak waktu dengan diri sendiri, rasanya ada banyak hal yang memang masih harus diperbaiki pada diri sendiri.

Mengurus Diri Sendiri

cr: pexels

Sudah sekitar tiga bulan ini saya tinggal di rumah sendiri. Sendiri dalam arti ya sendirian dan dalam arti di rumah yang dibeli pakai nama sendiri. Sebenarnya belum ada rencana dekat menempati rumah ini karena masih banyak hal yang harus dibenahi. Hanya saja karena sebuah keadaan, akhirnya tanggal 1 Maret saya menempati rumah ini. Rumahnya sederhana saja tapi harapannya semoga rezeki dari Allah ini bisa memberi barokah bagi banyak orang. Selama sekitar tiga bulan ini saya kembali belajar untuk mengurus diri sendiri (meski ya nggak sepenuhnya melakukan semua sendiri).

Percaya

cr: pexels.com

Bulan Ramadan kali ini benar-benar berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya ada larangan mudik Lebaran tahun ini. Saya sendiri tidak ke musala atau ikut salat berjamaah di musala selama Ramadan. Semua dilakukan dari rumah. Selain itu, untuk pertama kalinya juga selama sebulan ini saya sahur sendirian tapi setiap sore tetap buka puasa bareng ibuk dan bapak di rumah. Tahun 2020 belum mencapai separuh tapi rasanya energi sudah habis tak karuan. Selama bulan Ramadan ini pun karena bekerja dari rumah, saya manfaatkan sela waktu yang ada untuk mengeksplorasi berbagai topik tentang Islam. Rasanya masih banyak hal yang belum saya pahami betul dari agama saya sendiri ini. YouTube pun jadi media untuk bisa kembali belajar soal banyak hal, khususnya soal yakin dan percaya akan kebesaran Allah SWT.

Kehidupan Normal

cr: pexels.com/@filip-klinovsky-1659735

Apakah ada urutan yang mutlak terkait kehidupan normal? Seperti yang umum soal urutan kehidupan dari bersekolah, berkuliah, bekerja, menikah, lalu hidup bahagia selama-lamanya. Atau urutan kehidupan dari yang tadinya gagal beberapa kali lalu bisa sukses gemilang pada akhirnya, bukan dari yang habis gagal lalu malah gagal lagi. Urutan kehidupan bangun pagi, beraktivitas dengan produkif sepanjang hari, lalu bisa tidur nyenyak pada malam hari. Kehidupan normal berinteraksi dengan orang-orang berenergi positif setiap saat. Kehidupan normal selalu bisa menemukan solusi atau jalan keluar dari setiap permasalahan yang ada. Seperti itukah kehidupan normal itu?

Ruang

cr: unsplash.com/@temp_69

Kadang rasanya ingin menghilangkan hal-hal negatif yang ada di dalam pikiran. Ingin membersihkan ruang dalam benak. Membebaskannya dari berbagai hal buruk dan tak menyenangkan yang pernah terjadi. Sungguh, jika saja bisa, ingin rasanya menyiramkan air dingin ke dalam pikiran supaya debu-debu dan segala macam kotoran bisa hilang. Membersihkannya dari berbagai momen buruk yang masih melekat. Meluruhkan berbagai mimpi buruk yang dialami beberapa waktu belakangan ini.

Bread of Happiness

cr: unsplash.com/@gigantfotos

Dua hari lalu saya menonton film Jepang berjudul Bread of Happiness. Film tentang sepasang suami istri yang pindah dari Tokyo ke Hokkaido dan mendirikan kafe yang diberi nama Mani. Tak hanya membuka kafe, pasangan tersebut juga menyediakan penginapan. Sang suami (Sang) bertugas membuat roti dan sang istri (Rie) bertugas membuat kopi serta memasak yang lainnya di dapur. Mereka punya pelanggan tetap. Ada juga tamu yang datang dari jauh untuk berlibur. Menonton film ini seakan menghidupkan kembali sebuah imajinasi tentang kehidupan yang selama ini seakan hanya ada dalam mimpi.

Arti Menulis

Sticky post
cr: pexels.com/@bongkarn-thanyakij-683719

Isabel Allende dalam sebuah wawancara ditanya apa arti menulis baginya. Ia menjawab, “Hidup. Menulis cerita adalah satu-satunya hal yang ingin saya lakukan. Menulis itu seperti bernapas. Sastra telah memberi saya suara, memberi arti pada hidup saya dan menghubungkan saya dengan jutaan pembaca di seluruh dunia.” Bagi sebagian orang, menulis bukanlah sesuatu yang istimewa. Namun, bagi sebagian orang yang lain, menulis adalah aktivitas yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya.

Page 2 of 9

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén