endawia.com

Passionately in Love with Magical Words

Category: MY JOURNAL Page 1 of 6

Unfortunately

cr: unsplash.com/@bundo

unfortunately (adverb)
= unluckily, sadly, alas, regrettably, worse luck (informal), woefully, unhappily, sad to say, lamentably, sad to relate

thefreedictionary.com/unfortunately

Saat ini lagi sensi dengan kata “unfortunately.” Soalnya dua kali dalam sebulan nerima surel yang isinya mengandung kata ini. Jadi kalau baca kata ini langsung bad mood, hahaha. Bukan hal yang terlalu serius atau bagaimana. Hanya sedang sedih saja karena gagal mencapai sesuatu. Dua kali terima surel yang isinya masih belum berhasil memenuhi standar yang diinginkan. Walau sedih, life must go on. Kadang yang kejadian belum sesuai dengan yang kita harapkan, tapi keberanian untuk mencoba hal baru jelas sesuatu yang perlu diapresiasi sendiri, ya kan?

Read More

Umpan Balik

cr: unsplash.com/@lum3n

Hello Endah,

… . Your feedback was really helpful and we are keen to implement all of it … .

Ada banyak hal yang memengaruhi kenyamanan kita bekerja. Salah satunya adalah ketika suara kita didengar. Saat umpan balik kita ternyata dibaca dan dipertimbangkan, rasanya ada energi positif yang mengalir. Sekalipun implementasinya nanti mungkin akan berbeda dengan saran yang kita berikan, setidaknya sudah ada kebahagiaan tersendiri saat kita bisa merasa ikut menjadi bagian dari dunia pekerjaan yang kita tekuni.

Read More

“Cuci Otak”

cr: pexels.com/@daria

Gimana cara mengatasi stres? Gimana biar pikiran tenang saat dilanda kecemasan, kegundahan, dan kebingungan yang tak berkesudahan? Saat otak rasanya begitu sesak, kadang membayangkan akan menyenangkan rasanya bila otak bisa dikeluarkan sebentar, dicuci, lalu dibilas untuk kembali bersih. Setelah itu dikembalikan ke tempat semula. Agak ngeri juga sih membayangkannya, tapi ya namanya mengkhayal boleh saja kan, ya. Saat sedang banyak pikiran atau sedang stres, cara apa yang paling ampuh untuk mengatasinya? Adakah cara yang tepat untuk “mencuci otak”?

Read More

Notifikasi

cr: unsplash.com/@emmamatthews

Lagi berusaha mengurangi aktivitas di media sosial, tapi rasanya susah sekali. Entah kenapa beberapa waktu belakangan ingin menjauh sejenak dari aktivitas scrolling linimasa media sosial. Sayangnya, kegiatan ini seperti sudah jadi bagian dari rutinitas sehingga untuk menghentikannya langsung tidaklah mudah. Saya pun mencoba mengambil langkah yang termudah dulu. Menonaktifkan notifikasi media sosial.

Read More

Kenapa Suka Drama Korea?

Kapan pertama kali nonton drama Korea? Kalau nggak salah waktu SMP, zamannya drama Korea, drama Taiwan, dan telenovela ditayangkan di televisi. Keseruan nonton di TV adalah selalu nggak sabar untuk nunggu episode berikutnya. Dibikin penasaran sekaligus deg-degan takut kalau kelewatan jamnya, hehe. Kalau sekarang, nonton drama jauh lebih mudah. Selain itu, saya bersyukur kemudahan ini baru saya rasakan setelah kerja. Coba kalau kemudahan nonton drama Korea sudah saya rasakan sejak masih sekolah, bisa-bisa nggak pernah belajar tiap hari.

Kalau bahas drama Korea, yang pertama kali terlintas di pikiran adalah drama romantis dengan para pemain yang cantik dan cakepnya nggak ketulungan. Nggak bisa dipungkiri memang itulah daya tarik awalnya. Meski begitu, genrenya pun bermacam-macam seperti thriller, keluarga, hingga yang bernuansa slice of life. Nggak melulu cinta-cintaan. Sampai sekarang yang belum pernah bisa saya nikmati dari drama Korea ada yang bergenre horor dan yang terlalu berdarah-darah, rasanya nggak akan sanggup menamatkan satu episode pun.

Kalau ditanya kenapa suka drama Korea? Hm… jawabannya bisa karena beberapa hal.

Read More

Mengayun Langkah

cr: unsplash.com/@clemono2

Dalam sebuah orientasi kegiatan kampus yang dulu pernah saya ikuti, lutut sebelah kanan pernah cedera. Sendi lutut seakan sempat lepas sepersekian detik dan menimbulkan rasa sakit yang amat sangat. Saking sakitnya saat itu air mata menetes. Pulang pun dengan lutut yang kemudian tampak membiru. Sejak saat itu sampai sekarang, kadang lutut kanan tiba-tiba “ngeklik” sendiri dan sakitnya bisa bikin nangis lagi. Ketika terasa sakit lagi, seringkali yang muncul adalah kekhawatiran akan kesulitan berjalan lagi. Bagaimana jika tak bisa berjalan jauh? Bagaimana jika malah akan makin merepotkan orang lain saat harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain?

Read More

Guna Pekerjaan

cr: pexels.com/@pixabay

Pagi tadi, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, saya disanguni. Sejak lulus kuliah dan mulai cari duit sendiri, rasanya sudah tak pernah lagi disanguni. Saat Lebaran misalnya, sudah tak lagi dapat “salam tempel”, hehe. Sampai tadi pagi saya dikasih sangu oleh seorang kolega bapak yang sudah lama pensiun. Beliau datang jauh-jauh dari rumahnya untuk mengunjungi rumah beberapa koleganya, termasuk menemui bapak. Beliau yang sudah sepuh tidak diantar dan tidak naik kendaraan sendiri, tapi naik angkot. Saat mau salim dengan beliau yang hendak pulang, eh saya disanguni Rp50 ribu. Entah kenapa rasanya bahagia sekali.

Read More

Page 1 of 6

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén