Skip to content

Buku-Buku

cr: pexels.com/@polina-zimmerman

Waktu menonton film dokumenter The Booksellers ada banyak hal yang menarik perhatian. Mulai dari bagaimana para pecinta buku menghargai buku-buku, para kolektor merawat buku-buku, hingga bagaimana cara mereka memandang buku-buku dalam keseharian. Serta tentang bagaimana industri buku berjuang untuk berjalan beriringan dengan teknologi dan internet yang berkembang begitu pesat.

Saya memang bukan kolektor buku. Tapi saya bisa cukup paham bagaimana perasaan para kolektor buku yang bahagia ketika bisa menemukan buku langka yang sudah lama ia incar. Saya mungkin bukan pembaca buku yang baik. Akan tetapi, saya paham betapa sedihnya perasaan jika melihat ada buku yang diperlakukan dengan tidak baik.

Buku-buku.

Satu-satunya benda yang kerap membuat saya rela melepaskan pundi-pundi rupiah tanpa pikir panjang adalah buku. Dulu bahkan ketika masih kuliah, setiap kali pergi ke bazar buku, biasanya berapa pun uang yang ada di dompet akan habis untuk memborong buku-buku. Rela pergi ke toko buku yang jauh dari rumah demi mendapatkan buku incaran.

Ada rasa bahagia sendiri ketika bisa memegang sendiri buku yang sudah lama diinginkan. Ada kesenangan sendiri saat bisa keluar dari toko buku dengan membawa buku-buku baru yang akhirnya bisa dibeli. Toko buku menjadi surga tersendiri bagi saya.

Saat masih duduk di bangku SMP dan SMA, saya cukup rajin pergi ke perpustakaan. Bahkan kadang isi tas lebih berat karena buku-buku pinjaman dari perpustakaan, bukan buku-buku pelajaran. Saat masih kuliah, saya dan dua teman dekat waktu itu sering jalan kaki dari kampus ke perpustakaan kota untuk meminjam buku. Memegang buku yang belum pernah dibaca sungguh bikin penasaran.

Benar bahwa buku-buku adalah sahabat terbaik. Meski kadang buku hanya dijadikan sebagai “tameng” saat sedang tak ingin diajak bicara atau sedang malas berbasa-basi dengan orang-orang sekitar, buku tetap jadi sahabat yang berharga.

Beberapa waktu terakhir ini saya merasa malas dan bosan luar biasa. Selama WFH, praktis semua kegiatan dilakukan dari rumah. Kalau biasanya saya mengisi waktu luang dengan menonton film atau serial, ada kalanya rasa bosan membuat saya jadi malas melakukan hal yang tadinya sangat saya sukai. Jika sudah begini, maka “pelariannya” adalah kembali ke buku.

Mungkin ada yang menganggap kegiatan membaca buku adalah hal yang membosankan. Namun, bagi saya, membaca justru bisa menghadirkan ketenangan sendiri. Ada ruang yang nyaman yang ditawarkan dari aktivitas membaca.

Saat banyak hal terasa menyesakkan dan pikiran jenuh luar biasa, membaca sesuatu yang baru bisa membantu menjernihkan isi pikiran. Seakan ada jalan baru yang terbentuk. Ada jalinan baru yang lebih lapang di kepala.

Sejak awal pandemi tidak pernah ke toko buku, huhu. Padahal rindu jalan-jalan di toko buku, melihat-lihat buku baru, atau sekadar bengong melihat deretan buku baru di rak-rak yang berbaris.

Meski rak buku sudah penuh, belanja buku baru masih tetap jadi rutinitas. Entah kenapa kalau sudah beli buku baru, mood langsung membaik dengan sendirinya. Belanja buku saat ini lebih banyak saya lakukan via Shopee. Apalagi banyak toko buku besar yang sudah merambah ke e-commerce jadi sangat memudahkan untuk mendapatkan buku terbaru tanpa harus keluar rumah. Kalau di film The Bookseller, kehadiran toko buku online memang seakan menjadi ancaman tersendiri untuk toko-toko buku yang sudah lebih dulu lama ada. Bahkan ada kolektor yang kurang menyukai konsep membeli buku langka via e-commerce. Sebab seni dari mendapatkan buku langka adalah proses mencarinya, proses berburnya. Tapi kini, sekali klik saja sudah bisa beli buku yang sudah lama diincar. Belum lagi dengan kebiasaan membaca yang bergeser lebih banyak ke perangkat elektronik. Ini jadi ancaman tersendiri untuk buku-buku cetak. Meski begitu, pecinta buku akan selamanya menajdi pecinta buku. Sekali mencintai buku, rasanya sulit untuk berpaling begitu saja.

Meski saldo tabungan tidak melimpah ruah, rasanya tak pernah ragu untuk mengeluarkan rupiah-rupiahnya demi buku-buku baru. Buku-buku selalu menghadirkan semacam napas baru dalam keseharian. Bisa duduk tenang memabca buku dan terhanyut dengan dunia yang ada di dalamnya merupakan kebahagiaan tersendiri.

Jadi, sudah baca buku apa hari ini?

Published inCLARITY

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *