Skip to content

Bekerja dan Kebahagiaan

cr: pexels.com/@chuck

Selama WFH ini, jadi suka mengikuti beberapa kanal YouTube. Salah satunya adalah kanal PD Na Young-seok. Karena sebagian besar variety shows Korea yang kutonton dan jadi favorit adalah karyanya PD Na, jadinya pas nemu kanal YouTube-nya jadi makin suka ngikuti video-video barunya. Salah satunya adalah video-video di balik layarnya drama Hospital Playlist yang disutradarai oleh Shin Won-ho. Saya pun baru tahu kalau Na Young-seok dan Shin Won-ho ini bisa dibilang sudah seperti sahabat. Mengawali karier dari tahun yang sama dan sama-sama sukses membuat karya yang istimewa.

Setiap kali ada variety show dari Na Young-seok, saya biasanya langsung mengikutinya. Begitu pula kalau ada drama baru yang disutradarai Shin Won-ho, nggak akan ragu untuk langsung menonton episode pertamanya. Selalu bahagia sendiri setiap kali mereka menghasilkan karya terbaru. Nggak pernah gagal bikin terhibur hingga jatuh cinta.

Di kanal Full Moon punya PD Na, saya sudah menonton sebagian besar videonya. Yang masih akan setia saya ikuti adalah soal Hospital Playlist. Karena season 2 baru akan tayang tahun depan, akhirnya sembari “mengisi kekosongan” diunggahlah video-video soal proses casting dan di balik layarnya Hospital Playlist. Baru kali ini saya tahu bagaimana proses sebuah drama dibuat dari proses pemilihan aktor hingga pembacaan naskah.

Yang membuat saya terkesan dari proses casting pemeran adalah cara sutradara Shin mengenali setiap aktor. Mulai dari mengajak ngobrol soal karakter, karya-karya yang pernah dibuat, dan meminta aktor untuk membaca dialog dari berbagai karakter. Bahkan untuk peran Uju, suasana dibuat terasa lebih santai karena pastinya tidak mudah untuk berkomunikasi dengan seorang anak kecil untuk memerankan sebuah karakter. Memang serius tapi terasa begitu santai. Bahkan beberapa aktor tampak begitu senang dan terharu ketika diberi tahu mereka mendapat peran tertentu. Sekecil apa pun peran yang diberikan, para aktor itu tampak begitu bahagia dan berterima kasih. Karena karya-karya duet Shin Won-ho dan penulis Lee Woo-jung sudah terkenal, sepertinya jadi idaman banyak aktor untuk bisa bekerja atau terlibat proyek yang sama dengan mereka berdua.

Baru saya tahu alasan Hospital Playlist hanya tayang satu episode setiap pekan adalah untuk menciptakan suasana bekerja yang nyaman dengan tetap menghasilkan karya yang berkualitas. Sehingga para aktor dan kru bisa tetap memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat. Bekerja pun jadi lebih maksimal saat dapat waktu yang cukup untuk melakukan hal lain. Kualitas pekerjaan yang bagus memang perlu diselaraskan dengan kuantitas waktu yang mencukupi. Sulit rasanya untuk menghasilkan pekerjaan yang bagus bila diberi tekanan waktu yang singkat, atau beban pekerjaan yang berat tak diimbangi dengan rentang waktu yang sesuai. Nggak heran kalau hasilnya para pemain Hospital Playlist bisa tampak sangat sempurna memerankan karakter mereka.

Selama ini sudah sering mendengar bahwa bekerja memang perlu dari hati. Tapi bukan berarti harus mengorbankan kenyamanan dan perasaan sendiri saat bekerja. Untuk bisa bekerja dengan baik dan nyaman, sepertinya memang perlu menyematkan arti. Dalam proses casting, dari video yang saya tonton, saya melihat sutradara Shin selalu menekankan untuk membuat proyek drama ini menyenangkan. Bahkan kepada para aktor yang mendapat peran pendukung atau peran kecil, sutradara Shin secara jujur mengatakan peran itu kecil tapi diikuti juga dengan pernyataan untuk bisa menjalankan proyek ini dengan menyenangkan. Sehingga bersama-sama mengerjakan bagian masing-masing dengan optimal dan maksimal supaya bisa membuat karya yang luar biasa. Ada seorang aktor yang bisa dibilang tidak muda lagi dengan rendah hati menyerahkan resume lengkap yang baru ia buat dini hari sebelum datang untuk bertemu dengan sutradara Shin. Tampak sekali ketulusan dan kesungguhannya untuk bisa bekerja dengan baik, meski peran yang ia dapatkan tidaklah besar.

Rasanya pasti menyenangkan bisa bekerja dengan hati sekaligus sungguh-sungguh. Memiliki rekan-rekan kerja yang satu visi. Berada di lingkungan pekerjaan yang tak hanya menuntut kerja bagus tapi juga saling merangkul untuk bisa menciptakan suasana kerja yang menyenangkan. Masih jadi impian terbesar untuk bisa bekerja dengan hati yang satu visi dengan tetap menghadirkan rasa nyaman dan bahagia.

Ada pengalaman yang berkesan ketika bergabung dengan sebuah agensi. Meski tak pernah bertatap muka, saya bisa merasakan kenyamanan di dalamnya. Atasan dan rekan-rekan kerja terasa saling saling mendukung satu sama lain. Tak hanya menuntut hasil yang sempurna, tapi juga saling memotivasi dan meningkatkan kemampuan masing-masing. Memberikan pendampingan saat ada yang kesulitan. Memberi pengarahan yang lebih baik untuk hasil yang lebih baik. Tidak sekadar menuntut harus mengejar angka tertentu atau target tertentu, tapi juga mengimbanginya dengan pendampingan dan pelatihan yang selaras. Meski sebagian besar komunikasi dilakukan via surel, tapi selalu tersemat kalimat-kalimat yang membuat semangat bekerja. Walau tatap muka hanya via Zoom atau Google Meet, tapi atmosfernya terasa hangat. Meski pekerjaan selalu berkaitan dengan tenggat waktu yang kadang bikin stres, tapi setiap kali bisa menyelesaikan setiap proyek yang ada rasanya ada kepuasan dan kebahagiaan tersendiri. Menyenangkan sekali punya pengalaman bekerja yang seperti itu.

Saya masih mencari. Mencari pekerjaan yang benar-benar bisa menghadirkan makna yang lebih baik. Pekerjaan yang bisa mengiringi upaya untuk menciptakan kebahagiaan. Tak hanya kebahagiaan untuk diri sendiri, tapi juga kebahagiaan untuk lebih banyak orang. Ah, sepertinya saya perlu memulai sesuatu yang baru.

Published inJOURNAL

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *