Skip to content

Baca Apa pun Suka-Suka

cr: pexels.com/@olha-ruskykh

Ada masa ketika pernah mengakui punya hobi membaca itu bukan sesuatu yang perlu dibanggakan. Mungkin itu yang pernah saya rasakan, dulu. Rasanya seseorang yang suka membaca itu tipe orang yang “membosankan.” Namun, semakin ke sini saya merasa membaca adalah sebuah kebutuhan, dan tak perlu merasa canggung memperlihatkan bacaan ke orang lain.

Memang kadang rasanya minder ketika buku-buku yang dibaca tidak “seberat” bacaan orang lain. Rasanya minder saat yang dibaca tak “berbobot” seperti yang dibaca banyak orang. Padahal nggak harus gitu juga, sih. Tiap orang punya alasan sendiri ketika membaca sesuatu. Tiap orang punya kecenderungan sendiri ketika memilih buku baru. Apa pun yang dibaca, ya sudah suka-suka yang membaca.

Yang kita baca jelas akan sangat memengaruhi cara kita berpikir. Yang kita baca akan memberi kesan atau efek tertentu pada diri kita. Selama yang dibaca bisa menghadirkan perubahan ke arah yang lebih baik untuk diri kita, ya sudah dinikmati saja.

Saya sendiri memang sangat menyukai buku. Buku-buku yang pernah dibeli dan didapatkan sudah menjadi semacam harta karun yang berharga. Dulu pernah punya kebiasaan selalu menyempatkan diri datang ke bazar buku. Meski diskon bukunya nggak heboh-heboh banget, tapi tiap kali jalan-jalan ke bazar buku rasanya menyenangkan, dan seringkali pulang dengan dompet yang hampir kosong, hehe. Sekarang lebih sering belanja buku online. Selain bisa lebih praktis, kadang juga bisa lebih hemat. Apalagi di situasi pandemi kayak gini, sudah nggak pernah lagi pergi ke toko buku. Meski kadang kangen juga keluyuran di dalam Gramedia, muter-muter aja lihat buku-buku baru sambil ngadem.

Apakah saya mengingat isi setiap buku yang pernah saya baca? Oh, tentu tidak. Ingatan saya nggak bagus-bagus banget, hehe. Habis baca sebuah novel, beberapa hari kemudian belum tentu bakal ingat lagi dengan nama-nama karakter di dalamnya. Habis baca buku pengembangan diri, belum tentu dalam sebulan bakal bisa mempraktikkan semua kiat untuk transformasi hidup yang lebih bersinar. Meski begitu, rasanya saya juga nggak akan bisa berpaling dari buku-buku.

Baca apa pun suka-suka. Membaca merupakan kebutuhan. Ya, ibarat makan dan minum yang kita butuhkan setiap harinya, buku-buku juga bakal selalu menjadi asupan penting dalam hidup kita.

Tiap orang pun pasti punya cara sendiri menikmati buku. Selera masing-masing orang pun beda-beda. Masih suka, atau masih menyempatkan diri untuk membaca pun sudah merupakan hal yang istimewa, ya kan?

Published inCLARITY

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *