Skip to content

Author: Endah Wijayanti

Writer. Subtitler. Life Traveler.

Tenang

cr: unsplash.com/@hudsoncrafted

Tenang tenang yang tak kunjung datang
Menanti nanti cahaya-Mu, beri aku petunjuk-Mu
Tenang tenang oh datanglah tenang hari ini

Jauhkan ku dari sedih itu
Aku merindu padamu
Jauhkanku dari gelap itu
Aku kembali kepada-Mu

(Tenang, Yura Yunita)

Beberapa waktu terakhir berulang kali memutar lagu “Tenang” ini. Lirik lagunya sangat mewakili perasaan sendiri belakangan ini. Ada saat-saat hati nggak tenang. Bahkan sampai nggak tahu apa penyebab hati ini nggak tenang. Sampai-sampai ketika sudah malam dan sudah waktunya tidur, malah semakin terjaga. Bagaimana caranya agar bisa lebih tenang jalani hidup?

Setahun Bekerja dari Rumah

WFH sudah setahun, aja!

Karena pandemi COVID-19, setahun belakangan ini bekerja dari rumah. Bila rutinitas harian sebelumnya dipenuhi dengan pergi ke kantor-pulang ke rumah, setahun ini rutinitasnya sebatas kamar tidur-kamar mandi, hehe. Dari Senin sampai Sabtu, bekerja di dalam kamar tidur, dengan satu meja dan kursi serta laptop. Biar nggak terlalu merasa kesepian, putar musik sepanjang hari lewat speaker mini yang dibeli online beberapa bulan lalu.

Setahun bekerja dari rumah, apa saja suka dukanya?

Persona

cr: pexels.com/@jill-burrow

per.so.na /pêrsona/
orang; pribadi
n Ling orang atau benda yang berperanan dalam pembicaraan (persona I, pembicara; persona II, orang yang diajak bicara; persona III, orang yang dibicarakan)
n Ling topeng, wajah, ciri khas seseorang, identik dengan pribadinya

kbbi.kemdikbud.go.id/entri/persona

Sekitar sebulan lalu saat sedang mencoba sejumlah aplikasi kencan sebagai bahan konten pekerjaan, saya sempat lelah. Lelah mental. Hehe. Sebenarnya nggak ada yang nyuruh juga untuk mencoba fitur-fitur aplikasi kencan, cuma karena saya penasaran akhirnya langsung mencoba sendiri. Melelahkan juga menjumpai berbagai profil yang entah benar atau tidak. Foto-foto yang entah asli atau palsu. Hingga obrolan yang kadang susah untuk dibuat mengalir dalam chatroom. Sampai kemudian dalam sebuah obrolan, ada yang menyebutkan soal persona. Entah kenapa sampai sekarang, saya terus kepikiran dengan istilah itu. Persona.

Rezeki-Rezeki

Sarapan pagi kala itu 🙂

“Rezeki ada yang bersifat material dan ada juga yang bersifat spiritual,” tulis M. Quraish Shihab dalam buku Kosakata Keagamaan. Pada bab pembahasan soal rezeki di buku tersebut, saya kembali diingatkan bahwa setiap makhluk telah dijamin Allah rezeki mereka. Bahkan kembali diingatkan untuk lebih banyak bersyukur.

Buku-Buku

cr: pexels.com/@polina-zimmerman

Waktu menonton film dokumenter The Booksellers ada banyak hal yang menarik perhatian. Mulai dari bagaimana para pecinta buku menghargai buku-buku, para kolektor merawat buku-buku, hingga bagaimana cara mereka memandang buku-buku dalam keseharian. Serta tentang bagaimana industri buku berjuang untuk berjalan beriringan dengan teknologi dan internet yang berkembang begitu pesat.

Sadar Ejaan

cr: pexels.com/@suzyhazelwood

Ada pengalaman yang bikin ketawa sendiri beberapa waktu lalu. Waktu itu, saya mencoba aplikasi Tinder karena saat itu lagi cari ide untuk bikin konten tulisan. Bikin satu akun baru, lalu tak lama kemudian match dengan seseorang. Kemudian, berlanjutlah pada sebuah obrolan.

Setiap Tulisan akan Menemukan Pembacanya

cr: pexels.com/@cottonbro

Selama sepekan lalu, saya mengikuti beberapa webinar dari Ruang Tengah. Mengikuti bincang-bincang penulis dan mengikuti berbagai pembahasan tentang dunia buku. Di tengah kondisi pandemi dan belum bisa kemana-mana (bahkan bekerja pun tetap di rumah saja), bisa mengikuti acara dengan tema yang tak jauh-jauh dari kepenulisan dan dunia buku jadi hal yang menyenangkan. Senang rasanya bisa melihat sudut pandang berbeda dari penulis-penulis yang menjadi narasumber. Satu hal yang semakin saya pahami bahwa setiap tulisan akan menemukan pembacanya.