cr: pexels.com/@ken-tomita-127057

Setiap kali membuka ponsel dan berselancar di internet, kita pasti akan langsung dibanjiri oleh berbagai macam informasi. Berita terbaru, tren yang sedang ramai, dan ragam artikel yang perlu sekali klik untuk bisa membacanya. Saking banyaknya informasi kadang sampai membuat kita bingung harus membaca yang mana. Bahkan mungkin kita sudah langsung malas membaca karena merasa tak menemukan tulisan yang bisa nyaman untuk kita nikmati sampai habis. Tenggelam di arus informasi yang meluber setiap saat bisa jadi siksaan tersendiri.

Sebagai warganet kita umumnya akan lebih mencari informasi yang tulisannya nyaman dibaca. Meski definisi “nyaman” itu sendiri bisa berbeda pada setiap orang tapi ada beberapa faktor yang bisa sangat memengaruhi tingkat kenyamanan kita ketika membaca tulisan di dunia maya. Berangkat dari hal tersebut, seorang penulis konten atau yang kerjaannya bikin konten di media online perlu tahu cara meracik tulisan yang bisa dibaca dengan nyaman oleh khalayak warganet. Bagaimana cara membuat tulisan yang nyaman dibaca? Tips-tips ini semoga tidak menyesatkanmu.

1. Membuat Judul yang Datangnya dari Hati

Perkara membuat judul ini memang bisa cukup pelik. Formula judul untuk setiap jenis artikel bisa berbeda satu sama lain. Kita perlu tahu dulu “nyawa” tulisan kita. Bila tulisan kita berdasarkan kisah nyata, maka perlu membuat judul yang bisa langsung mewakili emosi tulisan tersebut. Jika tulisan kita memuat sejumlah daftar info tertentu, perlu menampilkan jumlah atau angka yang mewakili isi daftar tersebut. Bermain-main dengan kata diperbolehkan. Tapi hati-hati jangan sampai membuat judul yang jauh dari isi konten tulisan kita. Menyesatkan pembaca itu perbuatan yang tak patut.

2. Menggunakan Bahasa yang Tidak Terlalu Menggurui

Kita bisa bebas saja menggunakan bahasa dan memilih kata dalam tulisan yang kita buat. Sangat disarankan menggunakan kata yang tetap mengikuti kaidah dan tata bahasa yang benar. Jika terlalu kaku, kita bisa membuat kalimat yang lebih pendek dengan muatan yang lebih padat. Cuma saat ini saya merasa pengguna internet tidak terlalu suka digurui, atau ini cuma perasaan saya saja, ya? Mungkin ini juga tergantung selera. Tulisan yang terlalu menggurui kadang membuat suasana hati kita jadi jengkel. Tulisan yang bisa merangkul dan membuat pembaca senasib dengan penulisnya rasanya bisa lebih mengena.

cr: unsplash.com/@alisaanton

3. Tidak Menyelipkan Terlalu Banyak Kicang-kecoh

Kicang-kecoh, berbagai tipu muslihat. Menyelipkan gambar, foto, dan berbagai ornamen visual memang bisa memberi pengalaman membaca yang lebih nyaman dan menyenangkan. Tapi kalau berlebihan, ya tidak nyaman juga. Baru baca satu paragraf sudah diselingi dengan tautan ke artikel lain. Baru baca beberapa baris, sudah dihadang dengan video yang sama sekali tak berkaitan dengan isi tulisan. Memang perlu menggunakan atribut visual yang sesuai untuk menambah kenyamanan membaca, tapi takarannya harus pas. Seperti masakan, agar tidak hambar kita tak harus langsung memasukkan sekantong penuh garam, bukan?

4. Membuat Paragraf yang Ramping

Satu paragraf bisa berisi tiga hingga lima kalimat. Paragraf yang terlalu panjang sudah membuat mata kita langsung lelah begitu baru melihatnya. Saat ini banyak pengguna internet yang lebih suka membaca artikel yang isinya ringkas sekaligus informatif. Bila ada poin yang terlalu panjang bisa dipecah dalam beberapa bahasan tanpa mengurangi esensinya.

5. Mengajak Tulisan Kita Mengobrol

Hehehe, ini memang rada absurd. Saya sendiri masih belajar membuat racikan yang pas untuk membuat tulisan yang nyaman dibaca. Yang saya pahami adalah bila tulisan yang kita buat bisa kita tulis dengan nyaman dan saat membacanya kita merasa nyaman, maka kemungkinan besar tulisan itu bisa diterima orang lain dengan nyaman juga. Bila tulisan kita bisa mewakili isi pikiran atau isi hati kita dengan tepat, maka kemungkinan besar nantinya juga bisa diterima oleh hati dan pikiran orang lain dengan baik.

Apakah tulisan saya ini juga sudah nyaman dibaca? Bagaimana khalayak warganet, apakah tulisan ini cukup mencerahkan atau hanya buang-buang waktu saja karena isinya yang tak sesuai harapan?