cr: unsplash.com

Kerja sebagai penulis sepertinya gampang ya. Tinggal duduk manis, mengetik, menyelesaikan tulisan, lalu dapat uang. Tapi pada kenyataannya tak semudah itu. Apalagi untuk para pemula atau yang sama sekali belum berpengalaman sebagai penulis, rasanya mungkin berat sekali untuk mengawalinya.

Kemampuan menulis bisa dimiliki setiap orang. Siapa saja pasti bisa menulis. Hanya saja memang untuk menghasilkan karya tulisan yang baik perlu usaha dan upaya khusus. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa dicoba agar bisa lebih luwes dalam menulis.

1. Tuangkan yang Ada di Dalam Pikiran

Untuk mengurangi tekanan dalam menulis bisa dengan cara menuangkan yang ada di dalam pikiran kita. Tak perlu langsung menuntu segalanya sempurna. Kita bisa membuat coretan kerangka tulisan terlebih dahulu. Bisa juga langsung bikin tulisan utuh terlebih dahulu untuk kemudian diedit setelahnya. Kesalahan tata bahasa atau salah ketik bisa kita perbaiki kemudian. Yang penting keluarka dulu apa yang ada di dalam benak dan pikiran kita dengan bahasa kita sendiri. Setelah berhasil membebaskan diri seperti ini, nantinya kita akan lebih mudah menciptakan tulisan yang lebih baik.

2. Kumpulkan “Amunisi” untuk Menulis

Sering merasa tidak punya ide atau inspirasi untuk menulis? Coba kumpulkan “amunisi” melalui berbagai cara. Bisa dengan observasi, pengamatan, atau sekadar jalan-jalan menyegarkan pikiran. Sebuah ide atau inspirasi bisa kita pancing. Kalau hanya menunggu saja, sulit rasanya untuk bisa mendapatkan semangat untuk menulis. Kita harus terpicu oleh sesuatu untuk bisa menuangkannya dalam tulisan.

3. Luangkan Waktu Khusus

Sebisa mungkin cari tempat yang paling kondusif untuk menulis. Luangkan waktu khusus untuk menulis dengan benar-benar fokus. Kenapa? Menulis itu bisa dibilang seperti bertapa atau mengasingkan diri. Agar bisa mendapatkan tulisan yang baik, kita perlu mengondisikan diri kita untuk mencurahkan energi dan waktu kita sepenuhnya. Selain itu, setiap orang pun pasti punya cara sendiri dalam menjaga fokus dan daya konsentrasinya.

4. Tulis Sesuatu yang Menggambarkan Emosimu

Sedang marah? Ungkapkan rasa kesal dan amarahmu dalam tulisan. Sedang jatuh cinta? Coba tuangkan semua rasa yang ada di dalam hati dalam kata-kata. Sedang kesal, sedih, atau bahagia? Gambarkan semua dalam tulisan. Selain bisa jadi terapi sendiri yang dapat membantu menstabilkan emosi diri, latihan menulis yang disesuaikan dengan emosi ini bisa membantu meningkatkan kepekaan kita. Bahkan bisa sangat membantu kita menuangkan kata-kata yang jarang kita pakai dalam keseharian.

5. Menulislah untuk Menyenangkan Diri Sendiri

Jangan terlalu membebani diri dengan menghitung-hitung kira-kira berapa uang yang akan kita dapat dari tulisan yang kita buat. Tepis dulu pikiran soal imbalan apa yang akan kita peroleh dari menulis. Bebaskan diri dengan membuat komitmen awal menulis untuk membahagiakan dan menyenangkan diri sendiri. Mau menuangkannya dalam blog, akun media sosial, atau buku harian, bebas saja. Ketika menulis sudah membuat kita bahagia, itu sudah cukup bagi kita.

Menulis sebagai hobi. Menulis sebagai profesi. Apapun niat dan tujuan kita menulis, semoga kita bisa mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan sendiri dari kegiatan ini, ya.