cr: unsplash.com/@emmamatthews

Kadang saya merasa menerjemahkan subtitle itu seperti merangkai puzzle. Mengasyikkan tapi juga bikin mumet, hehe. Ada banyak hal yang harus disesuaikan dalam menerjemahkan subtitle. Tak hanya perlu membuat terjemahan idiomatik yang bagus, tapi juga harus sesuai dengan batasan reading speed dan jumlah karakter. Jam terbang saya sebagai penerjemah subtitle memang belum banyak, tapi pekerjaan ini jelas sudah bikin saya jatuh hati.

Apa yang mengasyikkan dalam penerjemahan subtitle? Apa yang bikin betah berjam-jam di depan latop dan berpusing-pusing menerjemahkan? Bagi saya, alasan-alasan inilah yang membuat saya happy saat menerjemahkan subtitle.

1. Bisa Menyalurkan Hobi Nonton

cr: unsplash.com/@emmamatthews

Saya sangat suka nonton drama, film, hingga acara ragam (variety show). Kalau lagi liburan dan nggak punya uang untuk jalan-jalan, biasanya bakal menghabiskan waktu duduk manis sambil nonton. Sesekali pergi ke bioskop kalau ada film yang menarik perhatian. Menerjemahkan subtitle bisa sekaligus menyalurkan hobi nonton. Paling bahagia saat dapat tugas menerjemahkan drama seri. Setiap kali selesai menyelesaikan satu episode, jadi nggak sabar untuk melanjutkan penerjemahan episode berikutnya. Ketertarikan terhadap alur cerita menjadi sumber energi tersendiri untuk menerjemahkan subtitle-nya.

2. Mengasah Kemampuan Bahasa Inggris

cr: unsplash.com/@emmamatthews

Kemampuan bahasa Inggris saya memang belum benar-benar sempurna. Kuliah empat tahun di jurusan bahasa Inggris pun rasanya bukan jaminan saya bisa menjadi “kamus berjalan”. Masih banyak kosakata yang belum saya pahami. Masih banyak hal yang perlu dipelajari. Dengan menjadi penerjemah, saya sangat terbantu untuk tetap mengasah kemampuan bahasa Inggris. Setidaknya pelajaran yang saya terima selama kuliah tak terbuang sia-sia.

3. Bisa Lebih Duluan Nonton

cr: unsplash.com/@lum3n

Selama ini, proyek penerjemahan yang saya terima tak selalu drama atau film terbaru. Ada yang sebenarnya sudah tayang di platform lain tapi baru kali itu akan ditayangkan di platform tempat saya menjadi penerjemah lepas. Namun, ada juga yang belum pernah ditampilkan di platform lain sehingga itu menjadi pertama kalinya film itu akan disebarluaskan dengan subtitle bahasa Indonesia. Kesempatan bisa nonton duluan bisa saya dapatkan dalam prosesnya.

4. Bikin Lupa Waktu

cr: pexels

Sehari-hari, saya masih harus ngantor. Otomatis pekerjaan yang terkait penerjemahan subtitle, baru bisa saya lakukan di luar jam kantor. Kadang pagi-pagi sekali, tak jarang sampai larut malam sekali. Meski badan sudah sangat capek, kadang saat sudah tenggelam dalam penerjemahan subtitle jadi lupa waktu.

Pernah suatu waktu dapat task yang harus diselesaikan dalam waktu sehari. Sebenarnya kalau nggak ngantor, saya bisa menyelesaikannya tanpa masalah. Namun, karena masih harus ngantor, otomatis waktu pengerjaannya jadi mepet. Begadang semalaman sampai subuh lalu tidur sebentar dan paginya berangkat ngantor pun pernah saya lakukan. Memang bikin capek, tapi entah ada rasa kepuasan tersendiri setiap kali bisa menyelesaikan penerjemahan subtitle.

5. Menambah Penghasilan

cr: pexels

Nah, ya ini juga yang jadi alasan kenapa betah jadi penerjemah subtitle. Duit! Hehe. Bisa menambah penghasilan yang amat sangat lumayan. Bahkan penghasilannya bisa melebihi gaji UMR. Pernah ada proyek penerjemahan satu episode yang bisa memberi penghasilan empat kali lipat gaji UMR. Makanya, setiap kali dapat proyek baru, saya sering senyum-senyum sendiri karena sudah membayangkan dolar yang akan diterima.

Saya berharap tahun ini bisa dapat proyek-proyek baru yang lebih menyenangkan. Menerjemahkan film dan drama bagus. Yang bikin bahagia sendiri saat menontonnya. Sementara itu, sembari mengupayakan dapat proyek baru, saya kembali belajar menerjemahkan. Saat nonton tayangan yang ber-subtitle, seringkali saya mengenakan headphone untuk sekalian belajar bagaimana ucapan para aktor diwujudkan dalam subtitle yang pas dan enak dibaca. Cara ini sungguhlah menyenangkan karena jadi punya alasan untuk membenarkan kegiatan yang cuma mager di rumah sambil maraton nonton drama, ha!