Skip to content

Month: January 2021

Setiap Tulisan akan Menemukan Pembacanya

cr: pexels.com/@cottonbro

Selama sepekan lalu, saya mengikuti beberapa webinar dari Ruang Tengah. Mengikuti bincang-bincang penulis dan mengikuti berbagai pembahasan tentang dunia buku. Di tengah kondisi pandemi dan belum bisa kemana-mana (bahkan bekerja pun tetap di rumah saja), bisa mengikuti acara dengan tema yang tak jauh-jauh dari kepenulisan dan dunia buku jadi hal yang menyenangkan. Senang rasanya bisa melihat sudut pandang berbeda dari penulis-penulis yang menjadi narasumber. Satu hal yang semakin saya pahami bahwa setiap tulisan akan menemukan pembacanya.

Membaca Kim Ji-yeong Lahir Tahun 1982

Saat Irene, anggota grup K-Pop Red Velvet, mengungkapkan di sebuah acara temu penggemar bahwa ia baru saja selesai membaca novel Kim Ji-yeong Lahir Tahun 1982, ia dihujani sejumlah komentar miring1. Ada penggemar dan pengikut media sosialnya yang marah dan mengecamnya. Bahkan sejumlah penggemar membakar dan menggunting foto-foto bintang K-pop tersebut kemudian diunggah di media sosial. Mereka sampai mengatakan berhenti jadi penggemarnya. Kenapa hanya karena sebuah novel yang dibaca sang idola, respons sejumlah penggemar bisa seekstrem itu? Apa yang salah dari membaca sebuah novel?

Setelah 40 Minggu WFH

cr: pexels.com/@vlada-karpovich

Sudah 40 pekan dijalani dengan bekerja penuh waktu dari rumah (work from home). Tadinya mengira rutinitas WFH hanya akan berlangsung dua pekan seperti intruksi awal dari kantor pada pertengahan bulan Maret tahun lalu. Lalu, siapa sangka WFH kemudian diperpanjang sekian pekan, hingga akhirnya sudah melebihi 40 pekan. Pandemi covid-19 yang entah kapan akan reda memang masih mengkhawatirkan di negeri ini.

Jadi, apa saja rutinitas dan hal-hal yang sudah dilakukan selama WFH ini?

Berhadapan dengan Diri Sendiri

cr: pexels.com/@nadine-wuchenauer-695910

2021. Tentu saja ada banyak keinginan dan harapan baru yang ingin dirangkai tahun ini. Pastinya ada banyak ekspektasi dan target baru yang ingin dicapai. Namun, sebelum itu, mungkin ini saat yang tepat untuk menepuk-nepuk bahu sendiri. Berterima kasih karena sudah melalui tahun 2020 dengan tetap melangkah ke depan. Tahun 2020 jelas bukan tahun yang mudah untuk saya. Dalam satu tahun itu, satu perkara besar yang saya temui adalah berhadapan dengan diri sendiri.