Passionately in Love with Magical Words

Month: September 2020

Kerja di Rumah, Tetap Butuh Cuti Juga

cr: pexels.com/@tatianasyrikova

Selama WFH, keseharian dan rutinitas berpusat di rumah. Bangun pagi setelah mandi, langsung duduk manis di depan laptop, bekerja hingga sore hari. Diselingi dengan istirahat, makan, sholat, dan kadang goler-goler di kasur. Apakah lebih santai bekerja di rumah? Hm, tidak juga. Saat bekerja, maka fokus perlu dipusatkan dengan pekerjaan biar tidak makin molor kerjanya. Capek dan bosan pun masih melanda. Maka, jatah cuti pun perlu segera diambil.

Bekerja dengan Kata-Kata

Sticky post
cr: pexels.com/@bongkarn-thanyakij-683719

Lelah menulis tapi bahagia menulis. Capek menerjemahkan tapi senang saat bisa tenggelam dalam kata-kata. Kadang sakit kepala saat harus mengedit tapi selalu lega jika hasilnya bisa tampak lebih rapi. Bekerja dengan kata-kata, menyelami kata-kata, meleburkan kehidupan dan kata-kata jadi satu, bila dipikir-pikir hidup saya memang tak bisa lepas dari kata-kata. Pekerjaan dan hobi selalu berkaitan dengan kata-kata. Kata-kata ada di mana-mana. Di mana-mana ada kata-kata.

Pekerjaan dan Kepribadian

cr: pexels.com/@karolina-grabowska

Mengenal kepribadian sendiri bisa membantu kita mengondisikan keadaan yang lebih nyaman untuk bekerja. Semakin mendalami pekerjaan pun bisa membuat kita semakin mengenali kepribadian sendiri. Sejak lulus kuliah tahun 2011, dunia kerja menjadi bagian terbesar dalam hari-hari dan rutinitas hidupku. Pekerjaan dan kepribadian. Kepribadian dan pekerjaan. Keduanya pun menjadi bagian yang makin tak terpisahkan seiring waktu berjalan.

Terima Kasih Masih Bertahan

cr: pexels.com/@alancabello

Tahun ini sudah menyapa gerbang September. Cepat sekali waktu berlalu. Ya, mungkin kalimat itu agak klise. Cepat sekali waktu berlalu. Sudah ke mana saja detik-detik waktu yang kita punya? Sudah melakukan apa saja untuk mengisi waktu yang ada? Tahun ini jelas tahun yang berat. Tidak mudah melalui banyak hal dan ujian hingga sampai di titik ini. Persoalan pribadi, hal-hal yang terjadi pada orang-orang terdekat, dan berbagai pergumulan dalam benak menghadirkan ujian-ujian tersendiri yang tidak mudah untuk langsung diajak berdamai.

Terlepas dari semuanya, masih bisa bertahan hingga di titik ini sudah merupakan pencapaian tersendiri.

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén